Wednesday 16 April 2014 - 13:03

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Wed, 16 Apr 2014 - 05:34

    Pekerjaan pengaspalan di KM 19 + 000 arah tg priok selesai.(ba).

  • Wed, 16 Apr 2014 - 05:33

    Exit Rawamangun lancar.(ba).

  • Wed, 16 Apr 2014 - 05:32

    GT Kemayoran - pluit - Bandara lancar.(ba).

  • Wed, 16 Apr 2014 - 05:32

    GT ancol barat - pluit - Bandara lancar.(ba).

  • Wed, 16 Apr 2014 - 05:31

    Semangat ji.(ba).

  • Wed, 16 Apr 2014 - 05:18

    Bandara - pluit - tg priok - kelapa gading - cawang lancar.(ba)

  • Wed, 16 Apr 2014 - 05:18

    Cawang - tg priok - ancol - pluit - Bandara lancar.(ba).

  • Wed, 16 Apr 2014 - 05:16

    Selamat pagi.(ba).

  • Wed, 16 Apr 2014 - 01:26

    Derek Gratis Tol Ir. Wiyoto Wiyono, MSc (Cawang - Priok - Pluit) 021 - 651 8350, sampai Pintu Keluar Terdekat .(ba). pic.twitter.com/diqNGG80rq Permalink gambar yang terpasang

  • Wed, 16 Apr 2014 - 01:20

    Hati hati malam hari mulai pukul 22:00 - 05:00 ada perawatan sarana dan jalan tol.(ba). pic.twitter.com/ZxyLsnuIWj

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Tol Cisumdawu & Soroja perlu ditangani pemerintah
Latest News

Tol Cisumdawu & Soroja perlu ditangani pemerintah

Source : Bisnis Indonesia, hal 8 Wed, 9 Nov 2011

Tol Cisumdawu & Soroja perlu ditangani pemerintah

 

BANDUNG: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar menyarankan dua ruas jalan tol di daerah itu Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasir Koja (Soroja) sebaiknya dikerjakan pemerintah.

Wakil Ketua Umum Kadin Jabar bidang Investasi dan Perdagangan Johnny Andhela mengatakan upaya pemerintah untuk menjual proyek pembangunan ruas jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) selalu kandas di tengah jalan.

"Bila memang ingin merealisasikan pembangunan dua ruas tol ini, pemerintah harus ada inisiatif untuk menanggung biayanya karena kalau dijual ke swasta sulit terealisasi,” kata Johnny kepada Bisnis, kemarin.

Tidak adanya pihak ketiga yang berminat membangun dua ruas jalan tol ini karena investor menganggap keduanya bukan sasaran penanaman modal yang seksi. "Kedua ruas tol sepi peminat karena belum terbukti menjadi jalur lalu lintas yang ramai dilalui, sehingga investor berpikir dua kali untuk berinvestasi di jalan tol yang sepi kendaraan."
Namun, dia menambahkan, pemerintah tentunya bisa memberikan jaminan investasi ke dua ruas tol akan kembali dengan berbagai insentif bila tetap memaksakan skema public, private, partnerships.