Thursday 28 August 2014 - 09:05

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Thu, 28 Aug 2014 - 15:50

    Pluit - Priok - Cawang LANCAR tetap berhati - hati.(sb senkom)

  • Thu, 28 Aug 2014 - 15:45

    Minibus gangguan KM 13+000 arah Priok selesai ditangani.(sb senkom)

  • Thu, 28 Aug 2014 - 15:29

    Hati - hati KM 13+000 arah Priok Minibus ganggua dalam penanganan petugas.(sb senkom)

  • Thu, 28 Aug 2014 - 15:04

    Pulomas - Priok - Pluit - Kapuk PADAT jaga jarak aman.(sb senkom)

  • Thu, 28 Aug 2014 - 14:52

    Keluar Rawamangun terpantau LANCAR.(sb senkom)

  • Thu, 28 Aug 2014 - 14:50

    KM 19+600 Priok arah Pluit Truk gangguan ,dalam penanganan petugas,dj@rrSENKOM

  • Thu, 28 Aug 2014 - 14:44

    Cawang - Kebon Nanas PADAT pertemuan arus LALIN.(sb senkom)

  • Thu, 28 Aug 2014 - 14:37

    Keluar Rawamangun PADAT dampak arteri.(sb senkom)

  • Thu, 28 Aug 2014 - 14:35

    Podomoro - Pluit - Kapuk PADAT jaga jarak aman.(sb senkom)

  • Thu, 28 Aug 2014 - 13:38

    Pluit - Gedong Panjang PADAT,Ancol - Priok - Cawang LANCAR.dj@rrSENKOM

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Tol Cisumdawu & Soroja perlu ditangani pemerintah
Latest News

Tol Cisumdawu & Soroja perlu ditangani pemerintah

Source : Bisnis Indonesia, hal 8 Wed, 9 Nov 2011

Tol Cisumdawu & Soroja perlu ditangani pemerintah

 

BANDUNG: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar menyarankan dua ruas jalan tol di daerah itu Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasir Koja (Soroja) sebaiknya dikerjakan pemerintah.

Wakil Ketua Umum Kadin Jabar bidang Investasi dan Perdagangan Johnny Andhela mengatakan upaya pemerintah untuk menjual proyek pembangunan ruas jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) selalu kandas di tengah jalan.

"Bila memang ingin merealisasikan pembangunan dua ruas tol ini, pemerintah harus ada inisiatif untuk menanggung biayanya karena kalau dijual ke swasta sulit terealisasi,” kata Johnny kepada Bisnis, kemarin.

Tidak adanya pihak ketiga yang berminat membangun dua ruas jalan tol ini karena investor menganggap keduanya bukan sasaran penanaman modal yang seksi. "Kedua ruas tol sepi peminat karena belum terbukti menjadi jalur lalu lintas yang ramai dilalui, sehingga investor berpikir dua kali untuk berinvestasi di jalan tol yang sepi kendaraan."
Namun, dia menambahkan, pemerintah tentunya bisa memberikan jaminan investasi ke dua ruas tol akan kembali dengan berbagai insentif bila tetap memaksakan skema public, private, partnerships.