Sunday, 3 May 2015
  • slide_0
    .
  • slide_1
    Customer Focus;
    Medahulukan kepentingan pelanggan internal maupun eksternal dibandingkan kepentingan pribadi dalam pelaksanaan kerja sehari - hari
  • slide_2
    Integrity;
    Bersikap jujur, perilaku disiplin dan penuh tanggungjawab, baik menyangkut disiplin waktu kerja, maupun pelaksanaan kerja sesuai tuntutan jabatan dan prosedur kerja
  • slide_3
    Innovative;
    Menghasilkan ide-ide yang dapat digunakan untuk mempercepat proses transformasi PERUSAHAAN, serta terbuka terhadap metode-metode baru dalam analisis dan penyelesaian masalah
  • slide_4
    ORGANIZATION;
    Every company has two organizational structures: The formal one is written on the charts; the other is the everyday relationship of the men and women in the organization. (Harold S. Gene)
  • slide_5
    RESOURCES;
    Being gifted creates obligations, which means you owe the world your best effort at the work you love. You too are a natural resource. (Barbara Sher)
  • slide_6
    APPRECIATION;
    Your work is to discover your world and then with all your heart give yourself to it. (Buddha)
  • slide_7
    PROCESS;
    Genius is 1% inspiration and 99% perspiration. Nothing can replace hard work. Luck is something that happens when opportunity to meet with readiness. (Thomas A. Edison)
  • slide_8
    PEOPLE;
    Your human quality is in what you do, and your knowledge is in what you say. (Imam Ghazali)
  • slide_9
    PERFORMANCE;
    Try not become a successful man but try to be a useful human being. (Einstein)
  • slide_10
    EFFECTIVENESS;
    Efficiency is doing things right. Effectiveness is doing the right thing. (Zig Ziglar)
  • slide_11
    ACCOUNTABILITY;
    The price of greatness is responsibility. (Winston Churchill)

Daftar hitam investor tol

Source : Bisnis Indonesia, Hal 11 Thu, 10 Mar 2011

Tajuk Utama

Daftar hitam investor tol

Pemerintah kembali menyatakan akan menindak tegas investor yang telah dipercaya untuk membangun jalan tol tetapi tidak kunjung merealisasikannya dengan berbagai alasan. Ketegasan itu dikemukakan oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak. Dia menggarisbawahi bahwa terhadap jalan tol yang pembangunannya mandek, akan dicarikan investor baru, termasuk BUMN. Sedikitnya 24 ruas jalan tol tengah dievaluasi dan hasilnya dijadwalkan diputuskan pada awal bulan depan.

Kebijakan tersebut merupakan langkah konkret untuk menggenjot penyediaan infrastruktur yang sudah menjadi kesadaran berbagai pemangku kepentingan bahwa perannya demikian strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Wajar saja apabila berbagai pihak 'gemas' atas lambatnya perealisasian infrastruktur jalan bebas hambatan ini, mengingat ketersediaannya yang tidak memadai sudah berada pada tahap menghambat laju aktivitas bisnis. Padahal geliat bisnis sebenarnya tengah berada dalam tren positif setelah sempat terpuruk ketika krisis global menghantam Indonesia pada pengujung 1990-an. Laju kencang perekonomian menjadi terhambat di jalan akibat kemacetan lalu lintas yang untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya bukan lagi perkara baru. Hal itu pun disebabkan oleh terbatasnya panjang jalan tol trans-Jawa yang sudah sejak 15 tahun silam lebih banyak menjadi bahan perbincangan semata daripada benar-benar diwujudkan. Apabila pemerintah benar-benar ingin menggenjot pembangunan jalan bebas hambatan ini, seyoganya ada sanksi yang lebih tegas terhadap calon penanam modal yang sudah memenangi tender investasi proyek tersebut, tetapi dengan berbagai alasan belum juga mewujudkan proyeknya.

Kementerian Pekerjaan Umum seharusnya tidak perlu ragu-ragu menetapkan daftar hitam terhadap perorangan yang terlibat dalam perusahaan yang berstatus wanprestasi dalam membangun jalan tol.

Daftar hitam tersebut bukan ditujukan kepada perusahaannya, melainkan kepada perorangan, dengan tujuan menipiskan peluang masuk seseorang untuk kembali ke proyek jalan tol melalui perusahaan lain, padahal sebelumnya sudah gagal dalam proyek serupa.

Di sisi lain, pemerintah juga sepatutnya melakukan introspeksi, mengingat terhambatnya pembangunan suatu jalan tol sangat boleh jadi disebabkan oleh tersendatnya proses pembebasan lahan yang praktis merupakan bahan baku utama dalam proyek infrastruktur tersebut.

Sesungguhnya wajar saja apabila pemerintah mengaku memberi kontribusi terhadap kegagalan pengadaan lahan untuk jalan bebas hambatan itu terutama akibat berlarut-Iarutnya pengesahan Undang-Undang pembebasan Lahan untuk Kepentingan Umum.

Jadi, jangan hanya menuding investor sebagai penyebab macetnya pembangunan jalan tol, tetapi percepatlah pengesahan undang-undang yang menjadi poin penting bagi terwujudnya proyek infrastruktur tersebut.