Thursday 24 April 2014 - 21:17

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:46

    Truk dan bus gunakan lajur kiri.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:42

    .Warakas - ancol padat.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:41

    Semanggi - Cawang PADAT.(ba)

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:39

    KM 14 arah cawang Truk B 9671 KX mogok seadng di bantu petugas derek.(ba)

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:36

    Pluit - tg priok - ancol - cawang lancar.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:35

    .Cawang - tg priok - ancol - pluit lancar.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:41

    KM 23 + 000 arah pluit lancar.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:40

    .KM 23 + 000 arah pluit truk B 9127 TKT mengalami patah baut,sedang di tangani petugas.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:30

    Truk di KM 21 + 800 ancol arah priok sudah bisa melanjutka perjalanan.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:28

    Cawang - Cililitan PADAT, kepadatan di pertemuan

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Proyek Tol Kalimantan Dimulai
Latest News

Proyek Tol Kalimantan Dimulai

Source : Seputar Indonesia, Hal 7 Thu, 13 Jan 2011

Proyek Tol Kalimantan Dimulai

Panjang 99, 12 Km, Habiskan Anggaran Rp6,2 Triliun

BALIKPAPAN (SINDO) - Proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,12 km kemarin dimulai. Proyek tersebut diresmikanGubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. Peresmian ditandai pemancangan batu pertama di kawasan Manggar, Balikpapan.

Tol yang melintasi tiga kota yakni Balikpapan- Kukar-Samarinda dianggarkan Rp6,2 triliun. Dari jumlah itu, Rp1,2 triliun digunakan untuk pembebasan lahan dan sisanya, Rp5 triliun, untuk biaya konstruksi. "Sebanyak Rp2 triliun berasal dariAPBD Kaltim dan sisanya Rp4,2 triliun melibatkan investor," kata Awang Faroek Ishak.

Menurut Awang,proyek tol pertama di Kalimantan ini telah masuk dalam jaringan tol nasional dan telah mendapat persetujuan pemerintah pusat melalui SKMenPU No 567 /KPTS/M/2010 pada tanggal 10 November 2010. "Ini baru pembangunan tol tahap pertama, nantinya jika ini berjalanakan dibuat tol tahap kedua dan ketiga rute Samarinda-Bontang dan Bontang-Sangata-Maloy," ujarnya.

Dijelaskannya, pembangunan jalan menggunakan sistem perkerasan rigid pavement (cor beton) dengan lebar badan jalan 36,9 meter, terbagi dalam dua jalur dengan enam lajur, dan serial lajurnya selebar 3,6 meter.

Proyek jalan tol ini dibagi dalam lima paket dan akan dikerjakan secara bertahap. Paket pertama (KM 13-Samboja) dikerjakan PT Wijaya Karya bekerja sarna dengan PT Jasin Effrin Jaya dan PT Budi Bakri Prima. Nilai kontraknya Rp374,7 miliar.

Paket kedua (Samboja- Palaran) oleh PT Waskita Karya dan PT Marinda Karya Utama Subur senilai Rp374,2miliar. Paket ketiga (Samboja-Palaran PT), dikerjakan PT Bangun Cipta Kontraktor dan PT Mahir Jaya Mahakam Raya dengan nilai Rp 366,3 miliar. Paket keempat (Palaran-JembatanMahkota II) oleh PT Hutama Karya dan PT Surya Eka dengan nilai kontrak Rp 363,6 miliar. Dan kelima, (KM 13-Manggar) oleh PT Adhi Karya dan PT Perdana Bumi Syariharti senilai Rp 373,6 miliar.

Awang menargetkan penyelesaian jalan tol ini selesai dalam tiga tahun ke depan atau sudah bisa beroperasi Januari 2014. "Insya Allah kalau semua berjalan lancar sudah bisa beroperasi Januari 2014," ujarnya.

Dia mengatakan, jika jarak tempuh Balikpapan-Samarinda selama ini memakan waktu dua jam menggunakan kendaraan pribadi, melalui jalan tol ini hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Dia menambahkan, jalan tol ini juga melintasi kawasan yang relatif belum berkembang seperti kawasan jalan Balikpapan Muara Jawa dan Jalan Soekarno-Hatta "Diharapkan, jalan tol ini akan mendongkrak dan mempercepat perekonomian dan kawasan tersebut," paparnya.

Sementara itu, sesuai studi kelayakan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur jalan tol ini tidak layak secara finansial namun sangat layak secara ekonomi.

Tidak layak secara finansial berarti pembangunannya memerlukan biaya yang sangat mahal. Sehingga bila dikelola swasta tarif tolnya dipastikan akan sangat mahal sehingga orang akan pikir-pikir kalau mau lewat. "Kita lihat saja nanti. Prinsipnya jalan tol ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur Husinsyah.

Selain proyek utama jalan tol, akan dibangun jalan Ring Road III Balikpapan sepanjang 11,12 KM sebagai jalan akses ke jalan tol Balikpapan-Samarinda dari Bandara Sepinggan dan Daerah Balikpapan Timur.

Rencananya, jalan ini terdiri dari dua jalur dengan enam lajur yang masing-masing lajur selebar 3,6 meter. Biaya yang dihabiskan mencapai Rp778,4 miliar untuk konstruksi, sedangkan pembebasan lahan ditanggung oleh Pemkot Balikpapan. (amir syarifuddin)