Friday 19 September 2014 - 21:52

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Fri, 19 Sep 2014 - 17:03

    Sunter - Pedati PADAT, Pedati - Cawang - TMII LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Fri, 19 Sep 2014 - 17:03

    Pluit-Jembatan Tiga LANCAR, Gd.Panjang-Kemayoran PADAT bergerak, Kemayoran-Priok-Podomoro LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Fri, 19 Sep 2014 - 17:03

    TMII - Cawang - Priok - Kemayoran - Halai/ Ancol LANCAR, Gd.Panjang - Pluit PADAT tetap bergerak.(Fitri Senkom)

  • Fri, 19 Sep 2014 - 09:16

    Keluar Jembatan Tiga Dua tersendat.(Fitri Senkom)

  • Fri, 19 Sep 2014 - 08:41

    Pluit - Priok - Cawang arus lalin ramai LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Fri, 19 Sep 2014 - 08:41

    Priok - Ancol - Kemayoran - Pluit ramai LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Fri, 19 Sep 2014 - 08:40

    Kendaraan gangguan di KM 11+400 Cawang arah Priok SELESAI penanganan.(Fitri Senkom)

  • Fri, 19 Sep 2014 - 08:32

    Sunter - Artha Gading PADAT dampak Truk gangguan di KM 11+400.(V3)

  • Fri, 19 Sep 2014 - 08:32

    Cawang - Kb.Nanas PADAT, Pedati - Rawamangun - Cp.Putih LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Fri, 19 Sep 2014 - 08:28

    Warakas - Artha Gading LANCAR, imbas kecelakaan beruntun Km.12+000 arah Cawang selesai ditangani.(sb senkom)

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : 15 Investor Tol Diminta Serahkan Laporan, Keuangan
Latest News

15 Investor Tol Diminta Serahkan Laporan, Keuangan

Source : Koran Tempo, Hal. A-15 Mon, 5 Jul 2010

Kepala BPJT mengaku tidak bisa memaksa.

 

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meminta ke-15 investor ruas tol segera memberikan laporan keuangan untuk bisa segera dievaluasi pemerintah. Sebab, dari 24 ruas tol yang mangkrak, baru sembilan perusahaan pemegang konsesi ruas tol yang menyerahkan laporan keuangan.

 

"Kami sudah mengundang semua perusahaan pemegang konsesi untuk datang, dan mereka menyanggupi itu. Kita tunggu saja," katanya akhir pekan lalu. Evaluasi yang dilakukan Badan pengelola Jalan Tol ini akan menentukan kontrak berlanjut atau tidak.

 

Seperti diketahui, ke-24 ruas tol yang belum ada kemajuan adalah jalan tol Trans Jawa, yaitu CikampekPalimanan, pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Semarang-Batang, SemarangSolo, Kertosono- Mojokerto, dan Surabaya-Mojokerto. Sedangkan jalan tol nonTrans Jawa adalah JORR W 2 Utara, Cibitung-Cilincing, Cinere-Jagorawi, Bogor Ring Road (seksi 1 sudah beroperasi), Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Depok-Antasari, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Ciawi-Sukabumi, Kunciran Serpong, Cengkareng-Kunciran, Waru-Tanjung Perak, PasuruanProbolinggo, Cimanggis-Cibitung, Serpong-Cinere, Solo-Mantingan-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono.

 

Wakil Presiden Boediono juga meminta agar evaluasi pembangunan ruas tol tidak dilakukan berbarengan selama tiga bulan-seperti mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 6/PRT/M/2010 tentang evaluasi pengusahaan jalan tol-tapi bertahap. "Dimampatkan," ujar Djoko menirukan Boediono.

 

Sementara itu, Kepala BPJT Nurdin Manurung mengatakan evaluasi bisa dipercepat. "Sudah ada timeframe sampai 21 September;' ujarnya. Tapi ia mengaku tidak bisa memaksa investor 15 ruas lainnya. "Kami tidak bisa melakukan apa-apa."

 

Djoko menjelaskan, dari evaluasi laporan keuangan investor, bisa diketahui apakah perusahaan tersebut memang kekurangan dana untuk melanjutkan pembangunan jalan tol. Jika dalam bulan ini laporan keuangan dari seluruh perusahaan disampaikan, diharapkan bisa dicarikan solusinya apakah membiayai sendiri, menggandeng investor baru, atau tender ulang pembangunan ruas tol.

 

Ia pun menegaskan bakal memutus kontrak investor yang tidak memiliki kemampuan keuangan. Selain menyerahkan laporan keuangan, para investor harus menyerahkan rencana bisnis untuk bisa dilihat kelayakan komersial dari tiap ruas tol .

 

MUTIA REID/EKO ARI WlBOWO