Tuesday 29 July 2014 - 18:48

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Wed, 30 Jul 2014 - 01:13

    KM 21 + 000 gedong panjang arah cawang pajero B 44 RFA selesai di bantu.(ba).

  • Wed, 30 Jul 2014 - 01:08

    Bahu jalan untuk kendaraan darurat dan untuk akses petugas ke tkp laka.(ba).

  • Wed, 30 Jul 2014 - 01:02

    .KM 21 + 000 gedong panjang arah cawang pajero B 44 RFA gangguan dalam penaganan petugas.(ba).

  • Wed, 30 Jul 2014 - 01:00

    Bandara Soetta - pluit - tg priok - pulomas - cawang lancar.(ba).

  • Wed, 30 Jul 2014 - 01:00

    Cawang - tg priok - ancol - pluit - Bandara Soetta lancar.(ba).

  • Wed, 30 Jul 2014 - 00:59

    .GT Ancol barat - pluit - Bandara lancar.(ba).

  • Wed, 30 Jul 2014 - 00:58

    Exit Rawamangun lancar,jaga jarak aman kendaraan anda.(ba).

  • Wed, 30 Jul 2014 - 00:56

    Batas kecepatan tol dalam kota minimun 60 km/jam dan maximum 80km/jam.(ba).

  • Wed, 30 Jul 2014 - 00:55

    Informasi jalan tol layang : (021) 6518350 dan jasa marga : (021) 80880123.(ba). pic.twitter.com/b36xDudBjX Permalink gambar yang terpasang

  • Wed, 30 Jul 2014 - 00:44

    Truk dan bus gunakan lajur kiri.(ba).

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Biaya proyek tol akses Priok naik
Latest News

Biaya proyek tol akses Priok naik

Source : Bisnis Indonesia, Hal. B-1 Tue, 24 Aug 2010

Pembebasan lahan pakai sistem konsinyasi

 

OLEH MIA CHITRA DINISARI Bisnis Indonesia

 

JAKARTA: Kebutuhan dana proyek pembangunan jalan tol akses Tanjung Priok sepanjang 16,6 kilometer diperkirakan mengalami kenaikan sebesar Rp300 miliar, dari prediksi kebutuhan semula yakni Rp4,5 triliun.

 

Penambahan dana tersebut untuk pembebasan lahan guna mengoneksikan akses Tanjung Priok dengan seksi NS (North-South) dan akses jalan tol JORR (Jakarta Outer Ring Road).

 

Anggarannya akan dialokasikan dari APBN. Secara keseluruhan, dana proyek akses jalan tol Tanjung Priok bersumber dari APBN ditambah pinjaman dari luar negeri.

 

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan dengan sistem koneksi tersebut, nantinya jalur jalan tol Tanjung Priok akan terkoneksi dengan akses JORR, NS, dan Pelabuhan Tanjung Priok.

 

"Akses ini nantinya akan melingkar dari mulai akses JORR, Tanjung priok, Pelabuhan dan juga bandara (Soekarno-Hatta), sehingga bentuknya akan terus melingkar kawasan tersebut," ujarnya kemarin.

 

Dia menjelaskan operasionalnya sendiri tengah dalam proses lelang untuk akses jalan tol seksi El yakni rute Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 km , dan lelang persiapan fisik seksi E2.

 

Sementara itu, Wakil Menteri Hermanto Dardak mengatakan kendala pembangunan akses Tanjung Priok itu memang lebih banyak disebabkan masalah pembebasan lahan yang belum rampung.

 

Masalah lahan

 

Karena itu, dia berharap bakal diterbitkannya UU tentang Pembebasan Lahan bisa segera merampungkan kegiatan pembebasan lahan tersebut.

 

Bahkan, pemerintah juga akan segera menerapkan sistem konsinyasi untuk kegiatan pembebasan lahan, sehingga prosesnya bisa lebih cepat rampung.

 

"Nanti kita akan terapkan sistem pembebasan lahan dengan sistem konsinyasi dengan penerapan hitungan hari bukan lagi hitungan persentase berapa yang selama ini diterapkan," ujar Hermanto.

 

Dia juga berharap agar operasionalisasi seksi El bisa segera dirampungkan, sehingga pendapatannya bisa dialokasikan untuk pendapatan badan layanan umum sebagai pengelola jalan tol, atau untuk biaya pembebasan tanah akses Tanjung Priok untuk seksi lainnya.

 

Pembangunan seksi E-l dimulai sejak Desember 2008 dengan nilai kontrak Rp722,7 miliar. Pelaksananya PT Hutama Karya bekerja sama dengan Sumitomo Mitsui Construction Co Ltd.

 

Jalan akses Tanjung Priok merupakan bagian dari jaringan jaIan Jabodetabek yang terkoneksi dengan JORR, jalan tol pelabuhan, serya jalan tol dalam kota.

 

Selain itu, akses tersebut akan terhubung dengan jalan tol Cibitung-Cilincing yang merupakan bagian dari JORR II. Proyek ini, merupakan proyek jalan tol pertama yang dibangun langsung oleh pemerintah, sedangkan pengelolaannya nanti akan ditenderkan.

 

Pembangunan akses jalan tol Tanjung Priok sepanjang 16,6 km hingga saat ini baru memasuki seksi El ruas Rorotan-Cilicing (3,4 km).

 

Pembangunan jalan tol yang langsung mengakses ke Pelabuhan Tanjung Priok ini dibagi menjadi lima seksi, yaitu seksi East-l yang sedang dikerjakan, seksi East-2 Cilincing-Jampea (4,2 km), seksi West-l Jampea-Kampung Bahari (2,8 km), West-2 Kampung Bahari-Harbour Toll Road (2,9 km), dan Seksi North South Jampea-Kebon Bawang (1,7 km).

 

proyek ini nantinya sebagai penghubung jalan tol dalam kota dengan JORR dan akses langsung ke Pelabuhan.

 

Akses jalan tol Tanjung Priok menjadi salah satu prioritas pembangunan dan jalan layang oleh Pemprov DKI Jakarta dalam 3 tahun ke depan, sebelum melanjutkan rencana pembangunan enam ruas tol dalam kota.

 

Prioritas tersebut, kata Sekda DKI Muhayat, belum lama ini dilakukan karena kebutuhan warga akan keberadaan jalan layang dan akses ke Tanjung Priok sangat mendesak untuk membantu kelancaran kegiatan bongkar muat ke pelabuhan peti kemas tersebut.

 

"Untuk enam ruas tol dalam kota belum bisa direalisasikan dalam tahun ini atau tahun depan karena pemprov tengah memprioritaskan pembangunan akses tol Priok dan jalan layang. Ini akan jadi konsentrasi dalam tahun anggaran beberapa tahun ke depan," ujarnya.

 

Wakil Gubernur DKI Prijanto mengatakan rencana pembangunan dua jalan layang yaitu di Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang, merupakan salah satu dari konsep pola transportasi makro yang ditujukan sebagai salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di Jakarta. (06/ZUFRIZA) (mia.chitra@bisnis.co.id)