Wednesday, 27 May 2015
  • slide_0
    .
  • slide_1
    Customer Focus;
    Medahulukan kepentingan pelanggan internal maupun eksternal dibandingkan kepentingan pribadi dalam pelaksanaan kerja sehari - hari
  • slide_2
    Integrity;
    Bersikap jujur, perilaku disiplin dan penuh tanggungjawab, baik menyangkut disiplin waktu kerja, maupun pelaksanaan kerja sesuai tuntutan jabatan dan prosedur kerja
  • slide_3
    Innovative;
    Menghasilkan ide-ide yang dapat digunakan untuk mempercepat proses transformasi PERUSAHAAN, serta terbuka terhadap metode-metode baru dalam analisis dan penyelesaian masalah
  • slide_4
    ORGANIZATION;
    Every company has two organizational structures: The formal one is written on the charts; the other is the everyday relationship of the men and women in the organization. (Harold S. Gene)
  • slide_5
    RESOURCES;
    Being gifted creates obligations, which means you owe the world your best effort at the work you love. You too are a natural resource. (Barbara Sher)
  • slide_6
    APPRECIATION;
    Your work is to discover your world and then with all your heart give yourself to it. (Buddha)
  • slide_7
    PROCESS;
    Genius is 1% inspiration and 99% perspiration. Nothing can replace hard work. Luck is something that happens when opportunity to meet with readiness. (Thomas A. Edison)
  • slide_8
    PEOPLE;
    Your human quality is in what you do, and your knowledge is in what you say. (Imam Ghazali)
  • slide_9
    PERFORMANCE;
    Try not become a successful man but try to be a useful human being. (Einstein)
  • slide_10
    EFFECTIVENESS;
    Efficiency is doing things right. Effectiveness is doing the right thing. (Zig Ziglar)
  • slide_11
    ACCOUNTABILITY;
    The price of greatness is responsibility. (Winston Churchill)

PEMICU KEMACETAN Pertumbuhan Kendaraan dan jalan jomplang

Source : Investor Daily, Hal. 19 Mon, 2 Aug 2010

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan, tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 9%, tidak sebanding dengan laju pertumbuhan jalan yang hanya 0,01% per tahun. Maka itu, kemacetan lalulintas di Jakarta tidak terhidangkan saat ini dan semakin parah ke depan.

 

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan, solusi mengatasi kemacetan di Jakarta dan sekitarnya, semestinya mengacu pada strategi perencanaan transportasi publik dan pembangunan alan yang terencana.

 

"Dari sisi tugas Kementerian PU, salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta adalah pelebaran jalan. Namun, hal itu sulit dilakukan, karena melebarkan jalan di Jakarta sudah tidak mungkin lagi," ungkap Djoko di Jakarta, akhir pekan lalu.

 

Menurut Djoko, pihaknya siap memberi masukan kepada Pemerintah DKl Jakarta, berupa pemetaaan titik kemacetan dan membantu sistem pengaturan lalu-lintas melalui pola traflic management, serta masukan lainnya yang dibutuhkan guna mencari solusi mengatasi kemacetan di Jakarta. "Langkah yang bisa menolong Jakarta keluar dari masalah kemacetan adalah pengembangan transportasi publik. Sedangkan untuk pelebaran jalan dilakukan sepanjang masih bisa. Kita akan lihat mana saja kebijakan yang sesuai," kata dia.

 

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, sulit menjamin wilayah DKI Jakarta luput atau terbebas dari masalah kemacetan lalu-lintas, karena kapasitas jalan yang tidak bertambah sedangkan industri otomotif terus meningkatkan produksinya. "Jumlah kendaraan di Jakarta sudah jauh melampaui kapasitas jalan," ujar dia di sela lokakarya wartawan perhubungan di Bandung, akhir pekan lalu.



Tiga Strategi Dasar

 

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan, penanganan kemacetan, lalu lintas di]abodetabek perlu dilakukan melalui strategi multifacet, yakni strategi level makro (penataan ruang), level mezzo (transport demand management), dan level mikro (street level).

 

Dia melanjutkan, strategi penanganan kemacetan lalu-lintas berdasarkan multifacet terbagi dalam tiga bagian. Pertama, level makro didasarkan pada penataan ruang, yaitu berupa model compact city, transit oriented develompent, dan kawasan hunian kepadatan tinggi. Kedua, level mezzo yang didasarkan pada transport demand management, yaitu sarana angkutan umum massal, gabungan antar-moda, dan park and ride carpooling.

 

Sementara itu, level milcro yang didasarkan pada street level antara lain melalui perbaikan simpang, fly over, pelebaran jalan di simpul kemacetan, penambahan marka, serta road pricing termasuk tarif parkir.'

 

pemerintah mengaku sudah merintis kebijakan di tingkat pusat untuk mengatasi kemacetan Jakarta, antara lain dengan mengatur tata kota dengan pola pembagian kota inti dan kota satelit. "Pengaturan jalan harus mengacu pada tata ruang dan tata guna lahan itu seharusnya diselaraskan dengan kebijakan daerah dalam pembangunan prasarana jalan dan transportasi umum," ujar Hermanto.

 

Pemerintah Pusat dalam mengurangi kemacetan lalu-lintas, yakni membangun jalan tol Jakarta lingkar Luar Oakarta Outer Ring Road/JORR) yang belum terkoneksi secara penuh. Saat ini masih dilakukan pembebasan lahan untuk JORR Seksi W2 utara (Kebon Jeruk-Ulujami), juga pembebasan lahan untuk tolAkses Pelabuhan Tanjung Priok dan seksi El sepanjang 3,4 km sudah rampung.

 

Jika seluruh jalan tol dalam kota sudah terkoneksi, diharapkan beban kendaraan di dalam kota bisa berkurang, terutama untuk kendaraan bertrayek jarak jauh tidak perlu lewat tol dalam kota tapi melalui JORR. (imm)