Monday, 25 May 2015
  • slide_0
    .
  • slide_1
    Customer Focus;
    Medahulukan kepentingan pelanggan internal maupun eksternal dibandingkan kepentingan pribadi dalam pelaksanaan kerja sehari - hari
  • slide_2
    Integrity;
    Bersikap jujur, perilaku disiplin dan penuh tanggungjawab, baik menyangkut disiplin waktu kerja, maupun pelaksanaan kerja sesuai tuntutan jabatan dan prosedur kerja
  • slide_3
    Innovative;
    Menghasilkan ide-ide yang dapat digunakan untuk mempercepat proses transformasi PERUSAHAAN, serta terbuka terhadap metode-metode baru dalam analisis dan penyelesaian masalah
  • slide_4
    ORGANIZATION;
    Every company has two organizational structures: The formal one is written on the charts; the other is the everyday relationship of the men and women in the organization. (Harold S. Gene)
  • slide_5
    RESOURCES;
    Being gifted creates obligations, which means you owe the world your best effort at the work you love. You too are a natural resource. (Barbara Sher)
  • slide_6
    APPRECIATION;
    Your work is to discover your world and then with all your heart give yourself to it. (Buddha)
  • slide_7
    PROCESS;
    Genius is 1% inspiration and 99% perspiration. Nothing can replace hard work. Luck is something that happens when opportunity to meet with readiness. (Thomas A. Edison)
  • slide_8
    PEOPLE;
    Your human quality is in what you do, and your knowledge is in what you say. (Imam Ghazali)
  • slide_9
    PERFORMANCE;
    Try not become a successful man but try to be a useful human being. (Einstein)
  • slide_10
    EFFECTIVENESS;
    Efficiency is doing things right. Effectiveness is doing the right thing. (Zig Ziglar)
  • slide_11
    ACCOUNTABILITY;
    The price of greatness is responsibility. (Winston Churchill)

Soal lahan bisa pakai 2 aturan

Source : Bisnis Indonesia, Hal 1 Tue, 31 Jan 2012

Soal lahan bisa pakai 2 aturan

DEWI ANDRIANI Bisnis Indonesia

 

JAKARTA: Undang-Undang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum memberi pilihan kepada instansi terkait untuk tetap menggunakan aturan lama atau memakai UU baru tersebut.

Peraturan lama yang dimaksud adalah Perpres No. 65/2006 tentang perubahan atas Perpres No. 36/2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Perpres ini masih berlaku sepanjang proyek telah memasuki tahap pembebasan lahan.

Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto mengatakan hal tersebut telah diatur dalam pasal transisi. Menurutnya, pemilihan untuk menggunakan UU tersebut ketika lahan sudah terbebaskan meski masih di bawah 10%, sangat bergantung pada instansi atau investor yang akan menggunakannya.

Bila investor ingin proses pembebasan lahan menggunakan UU baru, sambungnya, harus mengikuti aturan tersebut secara penuh yakni memulai kembali proses pembebasan lahan dari awal musyawarah penentuan harga dengan masyarakat.

"Intinya di UU mengatur tentang masa transisi. Bila proses pembebasan lahan sudah jalan ada dua pilihan, tetap pakai aturan yang lama atau kalau lebih baik pakai UU baru, tapi mulai dari awal," ujar Joyo seusai rapat umum pemegang saham luar biasa PT Jasa Marga, kemarin.

Menurut komisaris PT Jasa Marga itu, UU Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum sebetulnya sudah dapat diberlakukan sejak diundangkan

menjadi UU No. 2/2012.

Namun, implementasi penuh baru dapat digunakan setelah terbitnya peraturan presiden (perpres) termasuk juga tentang masa transisi dan ganti rugi kepemilikan lahan.

Ditargetkan pertengahan tahun ini, perpres yang merupakan terjemahan dari UU Pengadaan Tanah tersebut telah diselesaikan, sehingga segera dapat diimplementasikan secara keseluruhan.
Dirut PT Jasa Marga Adityawarman yang baru terpilih menggantikan Frans Satyaki Sunito mengatakan UU Pengadaan Tanah belum terlalu berdampak signifikan bagi proses pembangunan sembilan jalan tol yang telah berjalan milik Jasa Marga. Pasalnya, proyek jalan tol yang siap dikonstruksi itu, tidak terlalu bermasalah dengan proses pembebasan lahan.

(dwi.andriani@bisnis.co.id)