Saturday 25 October 2014 - 13:19

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Sat, 25 Oct 2014 - 18:04

    Pluit - TG. Priok - Cawang LANCAR jaga jarak aman.(sb senkom)

  • Sat, 25 Oct 2014 - 17:54

    Cawang - Priok - Pluit LANCAR tetap berhati - hati.(sb senkom)

  • Sat, 25 Oct 2014 - 12:54

    .Jatinegara - cawang - cibubur padat,volume kendaraan.(ba).

  • Sat, 25 Oct 2014 - 12:51

    .RT@JM.Cawang - Pancoran PADAT dampak volume lalin. ; Kuningan - Cawang PADAT, kepadatan arah Jagorawi.(ba).

  • Sat, 25 Oct 2014 - 12:44

    Derek Gratis Tol Ir. Wiyoto Wiyono, MSc(Cawang - Priok - Pluit) 021 - 651 8350, sampai Pintu Keluar Terdekat.(ba).

  • Sat, 25 Oct 2014 - 12:41

    Sediakan uang pas sebelum memasuki gerbang tol.(ba).

  • Sat, 25 Oct 2014 - 12:40

    Exit ancol timur LANCAR,jaga jarak aman.(ba).

  • Sat, 25 Oct 2014 - 12:36

    RT@JM.Cawang - Cibubur PADAT dampak Antrian GT Cibubur Utama.(ba).

  • Sat, 25 Oct 2014 - 12:34

    .Pluit - pulomas LANCAR,pulomas - cawang - cibubur PADAT.(ba).

  • Sat, 25 Oct 2014 - 12:33

    .Cawang - tg priok - ancol - pluit LANCAR.(ba).

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Lahan Tol Cikapa Terbengkalai
Latest News

Lahan Tol Cikapa Terbengkalai

Source : Poskota, Hal 8B Thu, 27 Oct 2011

Lahan Tol Cikapa Terbengkalai

 

JALAN Tol Cikopo-Palimanan, sudah digadang-gadang pemerintah pusat segera dibangun. Namun, realisasinya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Sudah hampir lima tahun sejak Kementerian PU ‘memproklamirkan' bahwa jawa Barat kembali akan memiliki Tol Transjawa, Ciko-poPalimanan, sepanjang 116 km, namun hingga akhir tahun 2011, pembangunan tol tersebut tak juga terlaksana.

Karena kurang jelasnya kapan tol ini dibangun, lahan warga yang sudah dibebaskan menjadi terbengkalai. Sejumlah warga ada yang memanfaatkanya untuk menanam palawija. Tapi sebagian besar tak terurus. Bahkan dikhawatirkan malah diserobot orang guna didirikan bangunan.

Berabenya lagi, sejauh ini, baik Kementerian PU maupun pemegang konsesi pembangunan Tol Cikopo-Palimanan, kurang menjalin komunikasi dengan pejabat pelaksana di tingkat daerah terlintasi proyek tersebut.

Seperti diutarakan Titu Sumarto, Sekretaris Pengadaan Tanah di Bagian Pemerintahan Umum Pemkab Purwakarta. "Permasalahan pembebasan tanah di Purwakarta sudah clear. Hanya saja kelanjutan pembangunan fisik kapan, saya belum tahu. Karena sudah tak ada lagi komunikasi dengan pemegang konsesi maupun Kementeriaan PU," ungkapnya, kemarin.

Disebutkan, rencana demi rencana pembangunan acapkali dilontarkan, namun tak berjalan mulus. Seperti direncanakan, pembangunan fisik akan dimulai pada tahun 2011, lagi-lagi molor.

"Mungkin masih ada kendala pada proses pembebasan lahan di kabupaten lain. Kalau di Purwakarta sendiri, sudah selesai. Terakhir permasalahan tak mau menerimanya uang pembebasan tanah adat seluas 1.129 meter persegi milik satu warga di Desa Cimahi, selesai setelah akhirnya pemilik menerima uang.

Semula akan dibawa ke proses konsinyuasi (penitipan uang pengganti). Tapi tak jadi dilaksanakan," papar Titu.

PTPN, tegalan, sawah dan ta• nah adat milik masyarakat.

KALAH CEPAT JALUR KA

Titu menyebutkan, bidang tanah yang terkena pembebasan di wilayahnya seluas 68,32 hektar membentang sepanjang 16 km di enam desa (Cinangka, Cikopo, Cisaat, Kertamukti, Cimahi, Ciparungsari dan Karyamekar) berada di tiga kecamatan (Bungursari, Campaka dan Cihatu).

Seluas 68,3 hektar bidang tanah itu terdiri dari lahan PTPN, tegalan, sawah dan tanah adat milik masyarakat.

"Kalah cepat dengan pembangunan shortcut jalur kereta api menghubungkan Stasiun Bungursari (Purwakarta) dengan Stlasion Tanjungrasa (Subang)," timpal Norsoleh, staf di Desa Cikopo.

Padahal, lanjut dia, shortcut ini baru dicanangkan tahun 2010 lalu, proyek itu kini mulai berjalan.

"Makanya malas membicarakan Tol Cikapa ini karena rencananya molor terus," ketusnya.

Nursoleh menyebutkan, akibatnya pembangunan fisik belum juga dilaksanakan, lahan Asri Pelangi Nusa (APN) yang sudah dibebaskan di wilayahnya, kini digarap masyarakat dengan menanami padi dan palawija.

Sebagian dijadikan penyimpanan hasil alam seperti pasir "daripada terbengkalai, ya lebih baik dimanfaatkan oleh masyarakat untuk digarap, dengan sistem cukai ke APN," ungkap Nursoleh.

Pada bagian lain, Nursoleh mengakui, dalam setiap pembangunan kerap menimbulkan ekses negatif dan positif. Seperti kekhawatiran para pemilik rumah makan dan pengnsaha SPBU di wilayahnya, usahanya akan mati suri bila Tol Cikapa ini terbangun.

"Kekhawatiran itu hal lumrah, tetapi mudah-mudahan saja, tidak mematikan pelaku usaha di jalur ini," harapnya.

Nursoleh menunjuk kekhawatiran pelaku usaha di sepanjang jalur reguler Karawang ketika Tol Cikampek-Jakarta dibangun. Kenyataannya, di jalur tersebut tetap ramai karena masih dilintasi pengguna jalan.

Pedagang nasi di jalur Pantura Patokbeusi, Subang. Endang, misalnya, sudah mendengar terkait rencana pembangunan Tol Cikapa. "Saya khawatir usaha gulung tikar," katanya.

Endang menunjuk pelaku usaha di sepanjang jalur reguler Purwakarta-Tagog Apu-Padalarang. Di sepanjang ruas tersebut, puluhan usaha rumah makan dan SPBU, gulung tikar, karena jalur tersebut sepi, setelah terbangun Tol Cipularang.

SIASATI USAHA BANGKRUT

Kabag Humas Pemkab Subang. H. Kusdinar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi menyiasati agar pelaku usaha di Jalur Pantura wilayahnya tidak ada yang gulung tikar. Dan, dia meyakini jalur transnasional Pantura akan tetap 'hidup' sekalipun Tol Cikapa, terbangun.

“Saya berani bertaruh, Jalur Pantura ini tidak akan begitu saja ditinggalkan pengguna jalan. jalur Pantura Subang akan tetap ramai," katanya.

Proses pembebasan lahan di wilayahnya mencakup 8 kecamatan sudah hampir rampung. "Terakhir pembayaran ganti rugi tanah adat di Gunung tua. Binong, sudah selesai. Ya sudah 100 persen, selesai," katanya.

Kapolres Subang AKBP Awal Chaerudin menambahkan, terbangunnya Tol Cikampa kelak, membantu memecahkan kesemrawutan arus lalu lintas di Pantura Subang, terutama saat musim mudik Lebaran. "Saya memandangnya bagus, Kepadatan arus lalin di Pantura Subang saat mudik Lebaran, dengan terbangun Tol Cikapa akan terpecahkan. Pengguna jalanpun tentunya akan senang," katanya.

Tol Cikapa akan dibangun membentang sepanjang 116 km di lahan seluas 1.033 hektar 'membelah' empat kabupaten di Jawa Barat, yakni Purwakarta, Subang, Majalengka, dan Cirebon.
Pemerintah melalui Kementeriaan PU telah menunjuk pemegang konsesi dari Malaysia, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) untuk mengerjakan proyek bernilai investasi Rp7 triliun.(dadan sukmana/ds)