Tuesday 2 September 2014 - 04:14

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Tue, 2 Sep 2014 - 11:06

    Keluar Ancol Timur / PRJ / Kemayoran tersendat, dampak arteri.(Fitri Senkom)

  • Tue, 2 Sep 2014 - 10:40

    RT:@PTJASAMARGA 10.04 WIB #Tol_Japek Halim - Cawang PADAT, kepadatan di pertemuan.(V3)

  • Tue, 2 Sep 2014 - 10:40

    RT:@PTJASAMARGA #Tol_Jagorawi Cawang - TMII - Cibubur - Bogor - Ciawi LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Tue, 2 Sep 2014 - 10:39

    Priok - Artha Gading - Cp.Putih ramai LANCAR, Pulomas - Rawamangun PADAT, selepasnya arah Cawang LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Tue, 2 Sep 2014 - 10:39

    Pluit - Gd.Panjang PADAT, Gd.Panjang - Warakas LANCAR, Warakas - Priok PADAT.(Fitri Senkom)

  • Tue, 2 Sep 2014 - 10:38

    Priok - Ancol - Kemayoran - Gd.Panjang - Pluit ramai LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Tue, 2 Sep 2014 - 10:37

    Cawang - Kb.Nanas PADAT, Jatinegara - Cp.Putih - Artha Gading - Priok ramai LANCAR.(Fitri senkom)

  • Tue, 2 Sep 2014 - 08:34

    Pluit - Kemayoran - Priok - Cp.putih - Cawang lalin ramai LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Tue, 2 Sep 2014 - 08:33

    Priok - Ancol - Kemayoran - Pluit arus lalin ramai LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Tue, 2 Sep 2014 - 08:33

    Cawang - Kb.Nanas PADAT, selepasnya arah Priok ramai LANCAR.(Fitri Senkom)

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Asosiasi Tol Desak Percepat Pembebasan Lahan
Latest News

Asosiasi Tol Desak Percepat Pembebasan Lahan

Source : Kompas, Hal 18 Tue, 20 Sep 2011

INFRASTRUKTUR

Asosiasi Tol Desak Percepat Pembebasan Lahan

JAKARTA, KOMPAS - Asosiasi Tol Indonesia mendesak pemerintah mempercepat pembebasan lahan. Bukan saja investor terancam merugi, melainkan juga lambannya pembebasan lahan memicu revisi atas tarif tol sehingga memberatkan masyarakat.

Tarif tol memang dihitung dan biaya investasi. Dengan demikian, makin mundur pembebasan lahan, tarif tol makin mahal karena harga tanah terus naik dari tahun ke tahun.

"Tanpa revisi atas biaya investasi dan tarif tol, maka kini tarif tol dari Jakarta-Surabaya untuk truk golongan terberat dapat Rp 2 juta. Ini tentu akan memberatkan pengusaha truk, lantas apakah jalan tol itu laku?" kata Pengurus Asosiasi Tol Indonesia (ATI), Tri Agus, Senin (19/9), dalam diskusi ATI di Jakarta.

Tri mencontohkan, saat ini saja truk yang melintasi ruas pantai utara (pantura) Jawa hanya memanfaatkan tol di Palimanan-Kanci, lalu keluar di Kanci untuk menghindari Tol Kanci-Pejagan yang tarifnya mahal.

"Kalaupun Tol Trans-Jawa selesai dibangun, jangan-jangan nanti truk enggan melintas, sehingga tetap terjadi kemacetan di ruas jalan nasional," kata dia

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani, pekan lalu, mengatakan, hingga awal September 2011, baru 39,70 persen lahan di Tol Trans-Jawa yang sudah dibebaskan dari total kebutuhan lahan seluas 4.734,48 hektar untuk 10 ruas tol (dengan panjang 644,20 km).

Direktur PT MTD Expressway Imam Nirwansyah, investor Tol Cibitung-Cilincing, mengatakan, investor sebenarnya telah menyiapkan dana untuk membangun konstruksi jalan tol. "Sekarang tinggal bagaimana pemerintah mempercepat lahan terbebaskan," ujar dia

"Saya berpikir supaya kerja Tim Pengadaan Tanah diberikan jangka waktunya. Tanpa itu, maka pembebasan lahan selalu berlarut-larut tanpa kejelasan. Kalau proyek selalu mundur, yang dirugikan bukan hanya investor, melainkan juga rakyat,” ujar Imam.

Menurut Tri, dengan evaluasi terhadap 24 ruas jalan tol, Badan Usaha Jalan Tol sudah menyerahkan kinerja investasi surat berharga, menyetor 5 persen dari dana pembebasan lahan, serta menandatangani kontrak badan layanan umum (BLU). "Badan Usaha Jalan Tol telah melaksanakan porsinya. Nah, tinggal pemerintah menyediakan cukup dana BLU, dana land capping, dan menerbitkan surat perintab mulai kerja konstruksi," kata dia

Investor jalan tol, yang tergabung dalam ATI, Maria Wahono, mengatakan, industriwan jalan tol menunggu selesainya Rancangan Undang-Undang Pengadaan Lahan. "RUU ini penting, sebab kami sudah lama menunggu kapan dapat bekerja membangun tol itu," kata dia.

RUU itu terdiri dari 11 bab dan 73 pasal. Tentu saja, masih akan ada perubahan rnenyangkut jumlah bab dan pasal. Terlebih, masih akan diperdebatkan materi-materi di dalam RUU. Dalam matriks daftar inventarisasi masalah tiap fraksi pun terlihat adanya beragam usulan. (RYO)