Monday 24 November 2014 - 09:00

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Mon, 24 Nov 2014 - 13:41

    Mobil Box gangguan ban KM 19+800 arah Pluit selesai ditangani 3 lajur bisa dilintasi.(sb)

  • Mon, 24 Nov 2014 - 13:32

    Hati - Hati Mobil Truk gangguan ban KM 07+200 arah Priok dalam penanganan petugas.(sb)

  • Mon, 24 Nov 2014 - 13:21

    Hati - Hati Mobil Truk gangguan ban KM 07+200 arah Priok petugas mengarah.(sb senkom)

  • Mon, 24 Nov 2014 - 13:17

    Hati - Hati Mobil Box gangguan ban KM 19+800 arah Pluit dalam penanganan petugas.(sb senkom)

  • Mon, 24 Nov 2014 - 13:09

    Keluar Rawamangun PADAT.(Fitri Senkom)

  • Mon, 24 Nov 2014 - 13:08

    Pluit - Priok - Cawang LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Mon, 24 Nov 2014 - 13:05

    Cawang - Priok - Kemayoran LANCAR, Hailai/Ancol Barat - Gd.Panjang PADAT, Gd.Panjang - Pluit LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Mon, 24 Nov 2014 - 12:38

    .KM 09 + 800 arah cawang Truk B 9184 JO nuatan mau terjatuh,dalam penanganan petugas.(ba).

  • Mon, 24 Nov 2014 - 12:36

    KM 13 + 400 plumpang arah tg priok avanza B 1386 UZK mengalami kecelakaan.(ba).

  • Mon, 24 Nov 2014 - 12:15

    RT@JM.Cawang - Semanggi PADAT, kepadatan vol lalin. ; Kamal - Pluit PADAT, kepadatan vol lalin.(ba).

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Tol Sukabumi Dibangun Desember
Latest News

Tol Sukabumi Dibangun Desember

Source : Seputar Indonesia, Hal 7 Wed, 14 Sep 2011

Tol Sukabumi Dibangun Desember

BANDUNG - Pemprov Jawa Barat terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi. Selain membangun Bandara Citarete pada 2015, Desember 2011 akan dibangun ruas tol Ciawi-Sukabumi.

PT Jasa Sarana memastikan pembangunan ruas tol Ciawi-Sukabumi mulai dibangun Desember 2011, setelah proses pembebasan lahan rampung. Direktur Utama PT Jasa Sarana Soko Sandi Buwono menjelaskan, proses pembebasan lahan saat ini telah mencapai 26% atau sekitar 42,9 hektare dari kebutuhan lahan pembangunan tol tahap I seluas 165 hektare. PT Jasa Sarana, kata dia, optimistis proses pembebasan lahan akan rampung akhir tahun ini dan proses pembangunan ruas tol tahap I segera dimulai.

“Banyak aspirasi masyarakat yang menginginkan pembangunan tol dipercepat. Kami terus bekerja keras agar pembebasan lahan bisa selesai akhir tahun ini," kata Soko di Bandung kemarin. Menurut dia, PT Jasa Sarana telah menyiapkan dana sekitar Rp419 miliar untuk proses pembebasan lahan tol tahap 1. Dana tersebut diambil dari pos badan layanan umum (BLU).

Lebih lanjut Soko menjelaskan, pembangunan ruas tol Ciawi-Sukabumi akan dibagi dalam empat tahap. Tahap I yaitu ruas Ciawi-Cicurug sepanjang 14,5 km, tahap II Cicurug-Cibadak 11,9 km, tahap III Cibadak-Sukabumi Baratl 13,7 km, dan tahap IV Sukabumi Barat-Sukabumi Timur 13,4 km. Pembangunan konstruksi tahap I diperkirakan menelan biaya Rp1,5 triliun. "Ruas tol Ciawi-Cicurug diharapkan bisa digunakan pada 2012 mendatang," tegasnya.

Menurut Soko, konstruksi tol tahap I akan dibangun pada badan tanah dan sebagiannya dibangun dengan bentuk konstruksi jalan layang. Hal itu me-nyesuaikan dengan tekstur tanah yang menghubungkan kedua daerah tersebut. Begitu pun dengan pembangunan di tiga ruas selanjutnya. Menurut dia, pembangunan tol yang menghubungkan Cicurug-Cibadak, Cibadak-Sukabumi Barat, dan Sukabumi Barat-Sukabumi Timur akan dilakukan setelah pembangunan tol tahap I rampung.

"Selesai pembebasan lahan di ruas tol tahap I, kami langsung melanjutkannya pada ruas tol tahap II," jelas dia. Menurutnya, pembangunan ruas tol Ciawi-Sukabumi digarap oleh PT Trans Jabar Toll. Pemegang saham perusahaan tersebut dipegang oleh BUMD Jabar PT Jasa Sarana dan pengembang swasta PT Bakrieland Development Tbk.

 

Disinggung soal pendanaan, Soko mengaku tidak ada kendala berarti. Pihaknya telah mendapat komitmen dengan sejumlah perbankan nasional dan perbankan daerah yang siap mendanai proyek tersebut melalui mekanisme sindikasi, di antaranya BNI, BRl, Bank BJB, Bank Jatim, dan Bank Riau. "Dari sisi pendanaan, kami juga masih mendapatkan komitmen dari sindikasi perbankan," imbuh dia.

Ruas tol Ciawi-Sukabumi tersebut merupakan salah satu program jalan tol yang tengah digenjot Pemprov Jabar. Di kemudian hari, jalan tol itu akan tersambung ke jalur Sukabumi-Ciranjang Cianjur.

Mulai dibangun Desember 2011 dan selesai 2016, Anggaran yang dibutuhkan Rp4,9 triliun

Permasalahan kemacetan sudah terjadi bertahun-tahun, ini jelas akan  mengganggu iklim investasi di Kabupaten Sukabumi. Kendala inilah yang menjadi momok yang dikhawatirkan para investor untuk berinvestasi di Sukabumi. Kemacetan yang terjadi di jalur Bogor-Sukabumi disebabkan minimnya sarana jalan yang tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas.

Pariwisata

·         Pantai Palabuhanratu

·         Air Panas Cisolok, terletak 17 km barat daya Palabuhanratu. Tempat ini terdapat sungai dengan mata air panas dengan letupan vulkanis. di dekatnya terdapat air terjun dan perkebunan karet

 

·         Pantai Karang Hawu. terletak 20 km dari Palabuhanratu. Pantai ini terdapat karang dengan beberapa lubang pada seperti tungku, yang disebut hawu oleh masyarakat setempat.

 

      Gua Lalay, terletak 3 km dari Palabuhanratu. Gua ini merupakan rumah dari ribuan kelelawar.

 

      Wisata Alam seperti Gunung Gede atau Gunung Pangrango di Taman Nasional Gede-Pangrango di utara Kota Sukabumi. di sini dapat ditemui berbagai jenis ragam tumbuhan serta bunga edelwies yang abadi di puncak. Petualangan menantang lainnya adalah arung jeram di Sungai Catih atau di Sungai Citarik, yang berada 30 km sebelah selatan Kota Sukabumi.

 

Bandara Citarete

Selain ruas tol Ciawi-Sukabumi, Pemprov Jabar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi berencana akan membangun Bandara Citarete di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi pada 2015 mendatang. Bandara yang bertujuan menunjang pariwisata di Jabar Selatan ini akan menyedot anggaran hingga Rp 1,5 triliun.

"Namanya Bandara Citarete, untuk rencana pembangunannya sudah dilakukan feasibility study pada 2005. Perizinannya pun sudah dilakukan ke Kementerian Perhubungan melalui pemerintah daerah setempat. Dengan begitu, pembangunannya tinggal dilakukan saja dengan pembiayaan selama 15 tahun yang bersumber dari APBD dan APBN terhitung 2005," terang Kepala Bappeda Jabar Deny Juanda beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, Bandara Citarete akan dibangun dengan dimensi runway 1,9 km dengan lebar 30-60 meter. Bandara ini juga ditunjang dengan infrastruktur berupa jalan tol Palabuhanratu-Surade dengan tujuan Bandara Citarete melalui jalan arteri. Jalan bebas hambatan ini merupakan lanjutan dari pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi.

Lebih lanjut Deny mengungkapkan infrastruktur penerbangan ini tidak hanya akan berfungsi sebagai bandara domestik, fungsi utama lainnya pun adalah sebagai sarana penunjang pariwisata dan industri agromarine untuk pertumbuhan perekonomian masyarakat pesisir.

"Prasyarat untuk pembangunan bandara ini, Pemda Kabupaten Sukabumi telah berhasil melakukan promosi besar-besaran untuk sektor pariwisata, termasuk menarik investor untuk pembangunan wilayah Selatan dan industri agramarine Selambat-lambatnya upaya promosi ini sudah dilakukan pada 2014," terang Deny.

Kepala Bappeda Kabupaten Sukabumi Dodi Sumanteri menegaskan, keberadaan Bandara Citarete ini akan menjadi pemerata bagi pembangunan Sukabumi, terutama di wilayah selatan yang selama ini relatif minim. Pem-bangunannya akan berdampak pada perekonomian masyarakat, sebab fasilitas penerbangan ini akan diikuti industri lainnya. tomi kamajaya/ arifbudianto