Monday 22 December 2014 - 04:53

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Mon, 22 Dec 2014 - 11:52

    Batas kecepatan maksimum Jalan Tol Dalam Kota 80 Km/jam. (Fitri senkom)

  • Mon, 22 Dec 2014 - 11:51

    Contact Center Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, MSc ( Cawang – Priok – Pluit ) 021 – 651 8350.(Fitri Senkom)

  • Mon, 22 Dec 2014 - 11:47

    Dari Cawang Keluar Gedong Panjang / Muara Baru lancar. (Fitri Senkom)

  • Mon, 22 Dec 2014 - 11:44

    Keluar Rawasari / Salemba tersendat imbas jalur arteri padat. (Fitri Senkom)

  • Mon, 22 Dec 2014 - 11:16

    Pluit - Priok - Cp.Putih LANCAR, Cp.Putih - Rawamangun PADAT, Rawamangun - Cawang LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Mon, 22 Dec 2014 - 11:13

    Tol Rawamangun - Priok - Pluit LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Mon, 22 Dec 2014 - 11:11

    Cawang - Jatinegara LANCAR, Jatinegara - Rawamangun PADAT dampak keluar Rawamangun tersendat.(Fitri Senkom)

  • Mon, 22 Dec 2014 - 11:07

    Diberlakukan sistem buka tutup di Cawang dari Cikampek ke Priok.(Fitri Senkom)

  • Mon, 22 Dec 2014 - 05:58

    Selamat Pagi Tweeps, Jangan Lupa Doa dan Senyumnya Biar Diberi Kelancaran dan Rezeki Yang Berlimpah Hari Ini"(ba).

  • Mon, 22 Dec 2014 - 05:55

    Basoetta - Pluit - tg priok - kelapa gading - cawang LANCAR.(ba).

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Investasi Infrasruktur Koridor Jawa Baru Rp 6T
Latest News

Investasi Infrasruktur Koridor Jawa Baru Rp 6T

Source : Investor Daily, Hal 6 Atas Wed, 14 Sep 2011

Program MP3EI

Investasi Infrasruktur Koridor Jawa Baru Rp 6T

Oleh Tri Listiyarini

JAKARTA - Pemerintah mengklaim realisasi investasi pembangunan infrastruktur jalan dan utilitas air di koridor Jawa dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sampai September 2011 baru mencapai Rp 5,91 triliun,

Nilai investasi tersebut hanya setara 2,7% dari total kebutuhan investasi program MP3EI periode 2011-2014 yang mencapai Rp 213 triliun.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto yang juga Ketua Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Koridor Jawa mengungkapkan, nilai investasi itu berasal dari sektor sumber daya air (SDA) sebesar Rp 1,58 triliun dan jalan tol nasional, antara lain tol Trans Jawa, tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok, dan jalan Pantura, total sebesar Rp 4,33 triliun.

"Realisasi investasi itu tercermin dari proses ground breaking atas proyek unggulan yang sudah dan segera dilakukan. Dalam MP3EI, swasta juga akan didorong masuk dan berinvestasi, sehingga bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa. Foreign direct investment nantinya akan kami fokuskan, karena pemerintah hanya bisa ambil porsi sesuai clengan RPJMN dan RPJP yang dibatasi APBN," papar Djoko di Jakarta, Selasa (13/9).

Dokumen program MP3EI yang dirilis Kementerian PU menyebutkan, kebutuhan investasi pembangunan infrastruktur jalan dan utilitas air pada 2011-2014 di Provinsi DKl Jakarta dan Jawa Barat Rp 52,47 triliun dan Rp 20,95 triliun. Sementara kebutuhan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur diperkirakan Rp 3,11 triliun dan Jawa Tengah sebesar Rp 5,5 triliun.

Djoko Kirmanto mengatakan, proyek yang sudah dan akan memasuki proses ground breaking dikoridor Jawa adalah pembangunan jalan tol Akses Tanjung Priok E2, E2A, dan NS, di DKI Jakarta, sepanjang 17 km dengan nilai investasi Rp 3,2 triliun yang dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah. Sementara tujuh proyek lainnya ditawarkan melalui skema public private partnership, di antaranya pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota DKI Jakarta sepanjang 87,51 km dengan total investasi Rp 47,698 triliun.

Selanjutnya, pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan, Jawa Timur se-panjang 13,61 km dengan nilai investasi Rp 1,1 triliun, jalan tol JORR W2 Utara, DKI Jakarta, sepanjang 7 km dengan nilai Rp 1,58 triliun, jalan tol Cikampek-Palimanan, Jawa Barat, sepanjang 116 kilometer dengan investasi sebesar Rp 11,3 triliun, jalan tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah sepanjang 57,5 km, jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Jawa Barat sepanjang 50 km dengan nilai Rp 9,6 triliun, dan pembangunan water conveyance Umbulan, Jawa Timur, senilai Rp 1,9 triliun.

Pembangunan jalan tol Akses Tanjung Priok E2, E2A, dan NS, DKI Jakarta sudah melalui proses ground breaking sejak 27 Mei 2011 dan akan memasuki tahap tender investasi pada 2013 mendatang. Adapun ketujuh proyek infrastruktur lainnya ditargetkan memasuki tahap ground breaking pada 2012 mendatang.

Menurut Djoko Kirmanto, agar swasta mau masuk, pemerintah akan menawarkan proyek-proyek unggulan semenarik mungkin Tentunya, pemerintah akan menyelesaikan sejumlah persoalan, mulai dari perbaikan regulasi hingga mempermudah birokrasi Contohnya, pembebasan lahan yang selama ini mempersulit investasi swasta di jalan tol. Proses semula bertele-tele, tapi diharapkan dapat disederhanakan dengan Undang-Undang Pengadaan Lahan untuk Kepentingan Publik.

Sektor Transportasi

Djoko Kirmanto lebih jauh mengatakan, untuk realisasi investasi pembangunan infrastruktur koridor Jawa di sektor transportasi yang pembiayaannya ditanggung pemerintah, saat ini sudah mencapai Rp 43,975 triliun.

Rinciannya, proyek yang sudah ground breaking senilai Rp 760 miliar tahun ini, yakni proyek rel kereta api (KA) pengganggi rel terdampak lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur.

Mengenai proyek yang akan ground breaking pada 2011 dan 2012 dengan total senilai Rp 43,275 triliun, adalah proyek rel KA jalur ganda lintas Pekalongan-Semarang sepanjang 87,9 km senilai Rp 1,8 triliun, pembangunan MRT Tahap I dan II di DKl Jakarta senilai Rp 40 triliun, pembangunan elektrifikasi rel KA lintas Citayam-Nambo Jawa Barat senilai Rp 295 miliar, dan proyek pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok di DKl Jakarta Rp 1,205 triliun.

Proyek Infrastruktur yang siap Ground Breaking (2011 dan 2012)

Ø  Proyek rek kereta api jalur ganda lintas Pekalongan-Semarang sepanjang 87,9 km

Ø  Pembangunan MRT tahap I dan II di DKI Jakarta

Ø  Pembangunan elektrifikasi rel kereta api lintas Citayam-Nambo Jawa Barat

Ø  Proyek pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta

Sumber : Kementerian Pekerjaan Umum