Monday 1 September 2014 - 07:28

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Mon, 1 Sep 2014 - 13:55

    .Rawamangun - cawang - halim PADFAT.ada kecelakaan di samping GT Halim arah cikampek.(ba).

  • Mon, 1 Sep 2014 - 12:02

    Truk gangguan di km 6+200 tol Priok arah Cawang.SELESAI dibantu, jalur terbuka(@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:55

    Tol Cempaka Putih arah Rawamangun PADAT, imbas Truk gangguan di km.6+200, masih penanganan.(@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:48

    hati hati melintas, Truk gangguan di km 6+200 lajur kiri tol Priok arah Cawang.(@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:41

    Tol_ Cililitan - Cawang PADAT, kepadatan arah Kb Nanas.(@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:37

    Tol_ Cawang - Cikunir - Cikarang - Dawuan - Cikampek LANCAR.(senkom-@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:34

    Tol_CTC Kamal - Kapuk PADAT, kepadatan vol lalin. Tomang - Slipi PADAT, kepadatan keluar Slipi.(@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:30

    Keluar tol rawamangun LANCAR.(senkom-@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:30

    Keluar tol rawamangun LANCAR.(senkom-@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:23

    Hailai/Ancol - Gd.Panjang PADAT, dampak keluar Gd.Panjang tersendat.(Fitri Senkom)

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Tol Sumsel Bukan Program Nasional
Latest News

Tol Sumsel Bukan Program Nasional

Source : Investor Daily, Hal 6 Atas Tue, 9 Aug 2011

Tol Sumsel Bukan Program Nasional

 

JAKARTA - Rencana proyek jalan tol di Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang 137 kilometer dengan investasi Rp 8 triliun tidak masuk dalam program nasional Kementerian Pekerjaan Umum. Pasalnya. seluruh proyek terkait pembangunan jalan tol harus ditender oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

"Kami belum masuk kesana. Saya belum tahu ada rencana Pemrov Sumsel bangun jalan tol baru, selama ini program nasional di Sumsel baru ada ruas tol Palembang-Indralaya," kata Kepala BPJT Achmad Gani Ghazali, kepada Investor Daily, di Jakarta, Senin (8/8).

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama perusahaan asal Malaysia, Markmore Labuan Ltd dan Prodexim, perusahaan daerah Provinsi Sumsel, telah menandatangani head of agreement (HoA) untuk pembangunan jalan tol sepanjang-137 kilometer.

Proyek infrastruktur tol di Sumsel senilai Rp 8 triliun itu akan dibangun dari Kayu Agung hingga Betung Banyuasin, dan menjadi proyek jalan tol terpanjang kedua di Pulau Sumatera setelah tol Balmera Sumatera Utara. "Pembangunan jalan tol sepanjang 137 kilometer ini akan dilaksanakan oleh PT Sriwijaya Markmore Persada yang merupakan kerja sama antara Marxmore Labuan Ltd dan PD Prodexim," kata Gubernur Sumsel Alex Nurdin.

Alex Nurdin rnengklaim telah memperoleh dukungan Pemerintah Pusatl melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam bentuk bantuan penyelesaian perizinan agar pelaksanaan pembangunan jalan tol bisa segera dimulai.

Menurut Alex, dimulainya pembangunan proyek ini rencananya akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia pada 10 November 2011. Pembangunan tol ini akan dibagi menjadi tiga ruas, yaitu ruas Kayu Agung-Jakabaring sepanjang 37 kilometer (km) , Jakabaring-Alang Alang Lebar (42 km), dan Alang Alang lebar-Betung (58 km).

Gani menjelaskan, pemerintah daerah sah sah saja membangun jalan tol. Namun, rencana tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Pemerintah

Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Hal itu sebagaimana dicontohkan Pemerintah Provinsi DKl Jakarta yang berencana membangun enam ruas tol baru, yakni diusulkan terlebih dahulu, kemudian Pemerintah Pusat menyetujui dan melakukan tender yang bekerjasama dengan pemerintah daerah. "Kalau pemrov yang melakukan tender dan mengerjakan proyek, itu tidak ada aturannya," kata Gani.

Menurut Gani, kegiatan investasi infrastruktrur seperti jalan tol harus dilakukan oleh Pemerintah Pusat, bukan oleh pemerintah daerah (pemda). "Proyek akan ditender. Kerja sama tentu dapat dilakukan clengan pemrov setempat. Kalau sekarang sudah ada kontraktornya yang mengerjakan itu menyalahi aturan,"' kata dia.
Pemprov Sumatera Selatan sebaiknya mengajukan terlebih dahulu kepada Kementerian PU dan akan dikaji tingkat kelayakan komersial proyek tol tersebut. "Setelah ada usulan, kami lakukan studi kelayakan dulu, apakah proyek tol layak secara ekonomi atau tidak, karena nilai investasi jalan tol sangat besar," kata Gani.
(imm)