Friday 1 August 2014 - 22:24

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Fri, 1 Aug 2014 - 19:32

    Tol_CTC Cawang - Tomang - Pluit - Cengkareng LANCAR ; Cengkareng - Pluit - Tomang - Cawang LANCAR.(@r)

  • Fri, 1 Aug 2014 - 19:31

    Tol_Japek Cawang - Cikunir - Cikarang - Dawuan - Cikampek LANCAR.(senkom-@r)

  • Fri, 1 Aug 2014 - 19:29

    Tol_Japek Dawuan KM 66 - KM 62 arah Jakarta PADAT, kepadatan kendaraan keluar / masuk Tempat Peristirahatan.(@r)

  • Fri, 1 Aug 2014 - 19:27

    ol_Japek Cikarang KM 31 - KM 30 arah Jakarta PADAT, kepadatan antrian GT Cikarang.(@r)

  • Fri, 1 Aug 2014 - 19:25

    Tol_ Ciawi - Bogor - Cimanggis - TMII - Cawang LANCAR.(senkom-@r)

  • Fri, 1 Aug 2014 - 19:24

    Tol_Jagorawi Cawang - TMII - Cibubur - Bogor - Ciawi LANCAR (senkom-@r)

  • Fri, 1 Aug 2014 - 19:20

    Tol Pluit - Ancol - Priok - Rawamangun - Cawang LANCAR, cuaca cerah.(senkom-@r)

  • Fri, 1 Aug 2014 - 19:19

    Tol Cawang - Rawamangun - Priok - Ancol - Pluit arus lalin terpantau LANCAR.(senkom-@r)

  • Fri, 1 Aug 2014 - 19:12

    :11 bus gangguan di km1+400 lajur kiri tol Pedati arah Cawang SELESAI dibantu, jalur terbuka(senkom-@r)

  • Fri, 1 Aug 2014 - 18:04

    Hati hati melintas, bus gangguan di km.1+400 lajur kiri tol Pedati arah Cawang.(senkom-@r)

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Kebut dong… Perbaikan Jalan Tol Tangerang-Merak
Latest News

Kebut dong… Perbaikan Jalan Tol Tangerang-Merak

Source : Poskota, Hal 10 Thu, 4 Aug 2011

Kebut dong… Perbaikan Jalan Tol Tangerang-Merak

 

LETAK geografis Provinsi Banten merupakan daerah yang sangat strategis. Wilayah yang berada di ujung barat Pulau Jawa ini, merupakan jalur vital transportasi antara Pulau Jawa dengan Sumatera.

 

Seiring kondisi perekonomian Indonesia yang semakin membaik, pengiriman hasil bumi maupun industri baik dari Pulau Jawa maupun Sumatera, semakin hari makin menggeliat.

Melirik dari kondisi tersebut, pemerintah dengan berbagai upaya terus melakukan pembenahan membangun infrastruktur jalan yang dapat menghubungkan antar provinsi.

Memang telah dibangun jalan tol yang menghubungkan Provinsi Banten dengan Jakarta. Jalur bebas hambatan yang dikelola oleh PT Marga Mandala Sakti (MMS) ini, memiliki panjang sekitar 98 km, dimulai dan Gerbang Merak hingga Cikupa, yang saat kini kondisi jalan itu banyak yang rusak dan sedang diperbaiki.

Namun sayangnya, perbaikan Jalan Tol Tangerang-Merak dikeluhkan pengguna jalan. Selain kemacetan yang kerap terjadi pada jam jam tertentu, juga konstruksi jalan bebas hambatan yang dikelola PT Marga Mandala Sakti (MMS) juga sangat membahayakan pengendara, dikarenakan badan jalan jadi semakin tinggi.

Perbaikan juga tergolong lambat, sehingga pengguna jalan minta dikebut. Karena sebentar lagi Lebaran. Bila tak cepat diselesaikan, akan mengganggu kelancaran arus mudik dan balik.

Beberapa titik yang dikeluhkan masyarakat karena sering macet, yaitu berada pada KM 68 menuju KM 60 arah Jakarta. Sedangkan dari arah Jakarta menuju Merak, kemacetan terjadi mulai pada KM 42 hingga KM 56.

Muhammad Toha, warga Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, mengaku dirugikan dengan adanya perbaikan jalan tol yang tak kunjung selesai. Kemacetan yang ditimbulkan sangat meresahkan karena telah berlangsung lama. "Kebut dong ... ," katanya.

"Bayangkan untuk bisa sampai di gerbang Cikupa saja butuh waktu 2 jam lebih. Gimana ga pusing sudah bayarnya mahal malah dibuat rugi," gerutu Toha yang mengaku bekerja di bank swasta di Jakarta, kemarin.

BANYAK DIKECAM

Banyaknya keluhan seputar perbaikan jalan tol juga sempat diutarakan Kepala Dinas Perhubungan dan Informasi Banten, HM Husni. Dia mengaku kerap meneri ma pesan singkat seputar kemacetan yang terjadi di jalan tol.

"Saya berkali-kali dapat SMS dari warga yang mengecam kemacetan di tol. Banyak yang dirugikan apalagi pengusaha, banyak konsumen hilang waktu karenanya," ungkapnya kepada wartawan.

Menurut dia, kemacetan yang terjadi diduga dipicu adanya kesalahan pengelola dalam menjalankan rencana perbaikan jalan. "Bisa dilihat dari jalur untuk tiga kini jadi satu.

Harusnya ada solusi untuk mengatasinya, semisal dengan memberikan beberapa program kepada pengendara sebagai kompensasi akibat kerugian yang ditimbulkan," ungkapnya.

Manajer Lalulintas dan Ketertiban PT MMS, Rahmatullah mengatakan, PT MMS terus berupaya melakukan perbaikan jalan secepat mungkin Diikatakannya, sepuluh hari sebelum Lebaran, ditargetkan tidak ada lagi perbaikan jalan serta semua dalam kondisi baik baik dari arah Jakarta maupun sebaliknya.

Akses jalur bebas hambatan ini memang sangat membantu kelancaran roda perekonomian Namun dibandingkan dengan jalan tol yang ada di Indonesia, jalur bebas hambatan yang dikelola PT MMS ini memprihatinkan, karena pengguna jalan menilai tol ini paling jelek infrastruktur maupun  pelayanannya.

TAMBAL-TAMBALAN

Ruas Jalan Tol Merak-Tangerang, khususnya Merak-Pintu Tol Cikupa tak lagi nyaman dilewati. Nyaris sepanjang jalan dipenuhi oleh tambalan aspal atau cor semen yang tidak rata permurkaannya.

Pengemudi harus pintar-pintar memilih ruas jalan yang mulus agar nyaman  dan tidak celaka. Kondisi terparah jalan yang tak mulus berada pada jalur kiri arah Merak maupun arah sebaliknya. Di sana-sini dipenuhi dengan tambalan yang tak rapi.

Sehingga banyak pengemudi truk atau mobil pribadi memilih jalur kanan yang relatif lebih mulus. Sementara bila truk-truk berada di jalur kanan, akan menghambat laju mobil pribadi yang kecepatannya lebih tinggi.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan berkendaraan. Akibat dari

kondisi jalan yang rusak ini Badan jalan yang tinggi seringkali terjadi kecelakaan, bahkan jumlah korban tewas terus meningkat.

Terbukti, di sepanjang jalur tol ini, banyak dijumpai bekas ban mobil yang mengerem mendadak. Hal ini mungkin saja disebabkan mobil yang semula berada di jalur sebelah kiri, tiba-tiba pindah ke jalur kanan karena menghindari buruknya jalan.
Memang saat ini sedang dilakukan rekondisi jalan oleh pengelola tol. Namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. (haryono/ds)