Tuesday 23 September 2014 - 20:21

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Wed, 24 Sep 2014 - 03:19

    Tol Priok - Ancol – Kemayoran – Gedong Panjang – Jembatan Tiga - Pluit arus lalin lancar.(@r)

  • Wed, 24 Sep 2014 - 03:18

    Tol Cawang – Kebon Nanas – Pedati - Jatinegara – Rawamangun – Cempaka Putih – Priok arus lalin lancar.(@r)

  • Tue, 23 Sep 2014 - 22:56

    Priok - Ancol – Kemayoran – Gedong Panjang – Jembatan Tiga - Pluit arus lalin lancar.@BogorAndy

  • Tue, 23 Sep 2014 - 22:53

    Tol Priok – Sunter – Cempaka Putih -Rawamangun – Jatinegara – Pedati - Cawang arus lalin lancar.(@r) @SonoraFM92 @RadioElshinta

  • Tue, 23 Sep 2014 - 22:50

    Tol Priok – Sunter – Cempaka Putih -Rawamangun – Jatinegara – Pedati - Cawang arus lalin lancar.(@r) @SonoraFM92 @RadioElshinta

  • Tue, 23 Sep 2014 - 21:12

    Contact Center Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, MSc ( Cawang – Priok – Pluit ) 021 – 651 8350.(@r)

  • Tue, 23 Sep 2014 - 21:11

    Tol Priok – Sunter – Cempaka Putih -Rawamangun – Jatinegara – Pedati - Cawang arus lalin lancar.(@r)

  • Tue, 23 Sep 2014 - 21:09

    Pluit – Jembatan Tiga - Gedong Panjang – Kemayoran – Ancol – Priok arus lalin lancar.(@r)

  • Tue, 23 Sep 2014 - 21:08

    Priok - Ancol – Kemayoran – Gedong Panjang – Jembatan Tiga - Pluit arus lalin lancar.(@r)

  • Tue, 23 Sep 2014 - 21:07

    Tol Cawang – Kebon Nanas – Pedati - Jatinegara – Rawamangun – Cempaka Putih – Priok arus lalin lancar.(@r)

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Hari lni, 8 Investor Tol Teken PPJT
Latest News

Hari lni, 8 Investor Tol Teken PPJT

Source : Investor Daily, Hal 6 Tue, 7 Jun 2011

Hari lni, 8 Investor Tol Teken PPJT

JAKARTA - Delapan investor atau badan usaha jalan tol (BUJT) dari 24 investor jalan tol, hari ini (Selasa, 7/6) dijadwalkan menandatangani amendemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), setelah kedelapan investor itu menuntaskan urusan administrasi kontrak.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi terhadap 24 proyek jalan tol yang dikuasai investor, ada delapan investor yang menyatakan siap meneken amendemen kontrak pembangunan jalan tol, "Penandatanganan akan berlangsung besok (hari ini)," ujar dia di sela Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, di Jakarta, Senin (6/6).

Djoko berharap investor lain yang menguasai 24 proyek tol nasional mengikuti langkah kedelapan BUJT untuk segera menandatangani amendemen perjanjian jalan tol. Dengan de-mikian, ke-24 proyek tol itu dapat berjalan. "Setelah itu, pekan depan ada lagi tiga investor jalan tol yang siap menandatangani PPJT," ujar dia.

Dari kedelapan, BUJT itu, tujuh di antaranya proyek tol milik PT Jasa Marga Tbk dan satu milik PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), yakni ruas Depok-Antasari, melalui anak perusahaan PT .Citra Waspputhowa. (Lihat tabel)

 

8 Proyek Tol Siap Teken Amendemen Kontrak

Ruas

Panjang

Investor

Semarang - Solo

75.7 km

PT Trans Marga Jateng

Surabaya- Mojokerto

34,05 km

PT Marga Nujyasumo Agung

JORR W2 Utara

7,8 km

PT Marga Lingkar Jakarta

Gempol – Pasuruan

33.75 km

PT Jasa Marga Tbk

Bogor Ring Road (BRR)

7.15 km

PT Marga Sarana Jabar

Kunciran-Serpong

11.19 km

PT Marga Trans Nusantara

Cengkareng – Kunciran

15.22 km

PT Marga Kunciran Cengkareng

Depok – Antasari

21.55 km

PT Citra Waspphutowa

Keterangan : 1-7 proyek milik PT Jasa Marga Tbk

Sumber : Kementerian Pekerjaan Umum

 

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Gani Ghazali mengatakan, delapan investor tol itu sudah mendapat dukungan perbankan, sehingga tidak ada masalah dari segi kesiapan proyeknya, baik masalah ekuitas (modal) maupun pembiayaan. "Proses administrasi dan pengecekan dokumen lainnya sudah selesai," ujar dia.

Dengan demikian, setelah BUJT kedelapan ruas tol itu meneken perjanjian dengan pemerintah, mereka terikat komitmen untuk melanjutkan pembangunan proyek jalan tol tersebut.

Terkait dengan ruas tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116 kilometer (km) yang konsesinya dipegang PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Gani mengungkapkan, pembahasan masalah administrasi sejauh ini belum tuntas, karena perbankan masih perlu mendalami lagi rencana pembiayaan proyek tol prioritas tersebut. "Proyek tol Cikampek-Palimanan justru yang belum siap investornya, sehingga kuasa hukum perbankan masih perlu mengecek ulang," kata dia.

Gani berharap masalah administrasi kontrak ruas tol Cikampek-Palimanan dapat segera dituntaskan, sehingga pertengahan Juni ini investor ruas tol ini sudah dapat menandatangani kontrak amendemen PPJT.

Dana BLU Belum Cair

Dalam kesempatan itu Ahmad Gani mengatakan, dana Badan Layanan Umum (BLU) yang diajukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kepada Kementerian Keuangan untuk pembebasan lahan 24 ruas tol sampai kini belum bisa dicairkan. Dana BLU itu kemungkinan baru bisa dicairkan pada September mendatang setelah pembahasan APBN-Perubahan," ujar dia.

Kementerian PU mengajukan dana BLU lewat Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp 3,6 triliun untuk membiayai pembebasan tanah proyek tol Trans Jawa dan tol non-Trans Jawa.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian PU, Taufik Widjojono, mengatakan, tahun ini Kementerian PU mengajukan dana BLU untuk pembebasan lahan sebesar Rp 3,625 triliun dan untuk rencana alokasi tahun 2012 sebesar Rp 3,071 triliun. "Adapun dana khusus untuk Land Capping mencapai Rp 890 miliar dan alokasi untuk tahun 2012 sebesar Rp 1,58 triliun," kata dia.

Dana BLU Kementerian PU tahun 2011 sebenarnya masih ada sisa Rp 400 miliar, selain sisa dana land capping sebesar Rp 900 miliar dan dana pembebasan lahan dari APBN Rp 1,2 triliun. Masih besarnya jumlah dana untuk pembebasan lahan, karena proses pembebasan lahan tidak mudah.

Secara terpisah, Direktur PT CMNP Hudaya Aryanto mengakui, kendala utama pembangunan jalan tol berupa pembebasan lahan. Untuk itu, pemerintah perlu memberi berbagai insentif terkait masalah pembebasan lahan. Saat ini sudah ada dana BLU, tetapi masih terbatas dan tidak semua proyek jalan tol mendapatkan.

Hudaya mengatakan, salah satu proyek tol yang dikuasai CMNP yaitu ruas Depok-Antasari mengalami lonjakan tanah yang sangat tinggi dan perlu kebijakan pembagian risiko. "Kami ingin semua proyek jalan tol mendapatkan dana BLU, tidak ada ruas yang dikesampingkan," kata dia.

Menurut Hudaya, investasi jalan tol mempunyai risiko tinggi. Misalnya, ruas tol Waru-Djuanda di Surabaya yang tidak terkoneksi dengan ruas lain, sehingga jumlah trafik kendaraan sangat rendah. "Maka itu, diperlukan dukungan pemerintah melalui berbagai skema. Bisa saja itu berupa jaminan trafik," ujar dia. (imm)