Sunday 23 November 2014 - 23:34

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Mon, 24 Nov 2014 - 06:30

    Derek Gratis Tol Ir. Wiyoto Wiyono, MSc(Cawang - Priok - Pluit) 021 - 651 8350, sampai Pintu Keluar Terdekat.(ba) Permalink gambar yang terpasang

  • Mon, 24 Nov 2014 - 06:15

    .RT@JM.Cawang - Pancoran PADAT, kepadatan vol lalin. ; Cengkareng - Pluit - Tomang - Cawang LANCAR.(ba).

  • Mon, 24 Nov 2014 - 06:14

    RT@JM.Cawang - Cikunir - Cikarang - Dawuan - Cikampek LANCAR.(ba).

  • Mon, 24 Nov 2014 - 06:13

    Cawang - TMII - Cibubur - Bogor - Ciawi LANCAR.(ba).

  • Mon, 24 Nov 2014 - 06:11

    .Exit rawamangun PADAT,kepadatan arah Pramuka.(ba).

  • Mon, 24 Nov 2014 - 06:03

    Selamat Pagi Tweeps, Jangan Lupa Doa dan Senyumnya Biar Diberi Kelancaran dan Rezeki Yang Berlimpah Hari Ini" (ba).

  • Mon, 24 Nov 2014 - 06:03

    Cawang - tg priok - ancol - pluit LANCAR.(ba).

  • Mon, 24 Nov 2014 - 06:03

    Pluit - tg priok - kelapa gading - cawang LANCAR.(ba).

  • Sun, 23 Nov 2014 - 00:52

    Hati-hati melintas, Truk mogok di km.16+200 lajur kiri tol Amcol arah Priok, proses penanganan.(@r)

  • Sun, 23 Nov 2014 - 00:22

    Hati-hati melintas, Trailer mogok di km.00 Tol Cawang dari arah tol Jagorawi ke arah Priok.(@r)

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Investor tanggung biaya 100%

Kompensasi berupa perpanjangan konsesi jalan tol
Latest News

Investor tanggung biaya 100% Kompensasi berupa perpanjangan konsesi jalan tol

Source : Bisnis Indonesia, Hal. 1 Wed, 23 Mar 2011

OLEH NATALINA KASIH W. & A. DADAN MUHANDA

Bisnis Indonesia

JAKARTA: Wakil Presiden Boediono akan menyetujui kenaikan biaya investasi dalam proses amendemen kontrak jalan tol dengan syarat hal itu menjadi beban investor.

"Pemerintah meminta kesiapan investor untuk memenuhi kewajibannya. Proyek prioritas ruas Cikampek-Palimanan, ada tambahan investasi Rp4,3 triliun. Sesuai dengan ketentuan ini harus menjadi beban investor, jangan menjadi alasan lagi, ini harus jalan," ujar juru bicara Wapres, Yopie Hidayat, seusai rapat mengenai jalan tol, kemarin.

Boediono menerima laporan mengenai perkembangan jalan tol dari Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Gazaly, dan Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Muryanto.

Mereka melaporkan mengenai proses evaluasi 24 kontrak jalan tol. Pada tahap awal akan diamendemen proyek Cikampek-Palimanan yang ada kenaikan biaya investasi Rp4,3 triliun menjadi Rpll,36 triliun.

Hingga akhir 2010, Bisnis mencatat, hasil evaluasi nilai terhadap 24 proyek jalan tol tersebut naik signifikan dari perkiraan awal sebesar Rp80 triliun menjadi Rp 111,14 triliun.

Hasil evaluasi terhadap 24 proyek jalan tol, seharusnya diumumkan kemarin, yang dilanjutkan dengan penandatanganan amendemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT). Namun, Kementerian Pekerjaan Umum menunda rencana tersebut menjadi paling cepat akhir bulan ini.

Pasalnya, hasil evaluasi proyek secara keseluruhan dilaporkan kepada Wakil Presiden terlebih dahulu untuk di-review.

Untuk tahap awal, amendemen PPJT yang akan ditandatangani pada akhir bulan ini yakni untuk ruas Cikampek-Palimanan. Pasalnya, dari sisi kelengkapan administrasi, ruas tersebut dinilai telah memenuhi seluruh syarat yang diajukan.

Adapun untuk penandatanganan amendemen PPJT ruas lainnya akan dilaksanakan mulai April 2011. Pemerintah sendiri akan memprioritaskan pelaksanaan amendemen PPJT untuk ruas trans-Jawa. (Bisnis, 22 Maret)

Proses evaluasi terhadap 24 ruas itu sendiri telah dilangsungkan sejak Juli 2010, yang terbagi dalam tiga tahapan, masing-masing berjangka waktu 3 bulan, dan ditargetkan selesai pada bulan ini.

Pada tahapan pertama investor diharuskan memeriksa kembali dan memperbaiki laporan keuangan, tahapan kedua mencari partner, dan terakhir tahap pengambilan keputusan oleh pemerintah.

Menurut Yopie, wapres meminta ketegasan dati investor dahulu mengenai kesanggupan melanjutkan proyek baru menyetujui amendemen PPJT. "Wapres ingin jalan tol ini dipercepat. Pemerintah berkomitmen menyediakan dana bergulir, tapi investor juga harus berkomitmen. Harus tegas."

 

 

 

Dukungan penuh

Menanggapi hal itu, investor jalan tol menilai pemerintah seharusnya memberikan dukungan penuh terkait membengkaknya biaya investasi akibat kenaikan inflasi dan eskalasi harga bahan bangunan, serta harga lahan.

Dirut PT Bakrie Toll (BTR) Harya Mitra Hidayat mengatakan dukungan dari pemerintah terkait kenaikan biaya investasi itu untuk mendongkrak kelayakan proyek agar penyelenggaraan investasi menarik bagi investor.

Menurut dia, kenaikan biaya apabila sampai berakibat pada penurunan kelayakan investasi, maka harus mendapat dukungan dari pemerintah, karena kelayakan dan kepastian investasi menjadi landasan masuknya investor swasta untuk berinvestasi di jalan tol.

Dukungan dari pemerihtah a.l menyediakan tanah, insentif kelebihan harga tanah (landscupping), dan bantuan pendanaan.

Terkait dengan persetujuan-persetujuan pemerintah yang tertuang dalam amendemen PPJT yang baru, Harya belum bisa berkomentar karena belum mendapatkan draf kontrak tersebut.

Meski demikian, dia mengaku selama konsep amendemen perjanjian itu tetap memberikan kepastian kelayakan investasi begi investor, pihaknya tidak keberatan dengan PPJT yang baru itu.

Senada dengan Harya, Dirut PT Pemalang BatangTol Road Arman D. Panjaitan belum bisa berkomentar karena draf final adendum (perubahan) PPJT yang memuat klausul kontrak baru, belum diterima.

Namun, pada prinsipnya pemerintah dan investor ingin agar provek dapat segera direalisasikan. Untuk itu, pasal-pasal dalam peruhahan amendemen harus sejalan dengan tujuan tersbut.

Ketua Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Fatchur Rochman menilai perubahan amendemen PPJT itu tentunya telah dinegosiasikan dengan investor pada bulan-bulan sebelumnya pada masa evaluasi yang menunjukkan proyek-proyek mana saja yang harus dibantu oleh pemerintah dan mana yang mampu diselesaikan sendiri.

Dia menilai masing-masing proyek tidak bisa mendapat perlakuan yang sama karena memiliki karaktelistik kelayakan serta kemampuan finansial yang berbeda, seperti kemampuan investor kondisi trafik lalu lintas dan pengadaan lahannya.

KepaJa BPJT Ahmad Ghani Gazaly mengatakan pemerintah akan memberikan perpanjangan masa konsesi sebagai kompensasi dari naiknya biaya investasi yang harus ditanggung investor.

Akan tetapi, perpanjangan masa konsesi tersebut, tidak akan sama di antara 24 ruas jalan tol, sebab kenaikan tersebut masih bergantung pada kenaikan nilai konstruksi dan harga lahan di setiap lokasi proyek.

"Ada yang menambah perpanjangan masa konsesi 1 tahun, 2 tahun, atau 3 tahun bergantung pada kenaikan nilai investasi yang kenaikannya bisa bertambah 20% atau 50%," ujarnya.

Dengan adanya kenaikan biaya investasi tersebut, setiap investor harus mendapatkan uang tambahan yang dapat diperoleh dari pinjaman perbankan. (12/ ZUFRIZAL) (naralina.kasih@bisnis. co.id/dadan.muhanda@bisnis.co.id)

24 Proyek jalan tol yang dievaluasi

 

Trans-Jawa (9 ruas)

Ruas

Panjang

BUJT/Investor

Cikampek-Palimanan

116

PT Lintas Marga Sedaya

Pejagan-Pemalang

57,5

PT Pejagan Pemalang Toll Road

Pemalang-Batang

39

PT Pemalang Batang Toll Road

Semarang-Batang

75

PT Marga Setiapuritama

Semarang-Solo

75,7

PT Jasa Marga

Solo-Ngawi

90,1

PT Thies Contractor Indonesia

Ngawi-Kertosono

87,02

PT Thies Contractor Indonesia

Kertosono-Mojokerto

40,5

PT Marga Hanura Instrinsic

Surabaya-Mojokerto

36,27

PT Marga Najyasumo Agung

Sumber : Kementerian PU, diolah                                                                                         

 

Nontrans-Jawa (15 ruas)

Ruas

Panjang (km)

BUJT/Investor

JORR W2

7

PT Jasa Marga

Cimanggis-Cibitung

25,4

(Pemenang tender, belum PPJT)

Cinere-Jagorawi

14,7

PT Trans Lingkar Kita Jaya

Gempol-Pandaan

13,61

PT Margabumi Adhikarya

Depok-Antasari

21,7

PT Citra Waspphutoa

Ciawi-Sukabumi

54

PT Trans Jabar Tol

Waru-Tj. Perak

18,6

PT Marga Raya Jawa Tol

Pasuruan-Probolinggo

45

PT Trans Jawa Pas Pro

Cinere-Serpong

10,14

PT Thies-Waskita Karya

Bekasi-Kp. Melayu

21,04

PT Kresna Kusuma Dyandra

Gempol-Pasuruan

33,75

PT Jasa Marga

Cibitung-Cilincing

34,5

MTD-Nusa Cipt3

Bogor Ring Road

11

PT Marga Trans Jabar

Kunciran-Serpong

11,2

PT Marga Trans Nusantara

Cengkareng-Kunciran

15,2

PT Marga Kunciran Cengkareng

                                                                                                              BISNIS/HUSIN PAPARAT