Tuesday 22 July 2014 - 15:27

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Tue, 22 Jul 2014 - 16:32

    Cempaka Putih - Cawang PADAT.(sb)

  • Tue, 22 Jul 2014 - 14:14

    Truk Gangguan KM 03+000 arah Cawang selesai ditangani.(sb)

  • Tue, 22 Jul 2014 - 14:04

    Rawasari - Jatinegara Padat.(sb)

  • Tue, 22 Jul 2014 - 14:00

    Hati - Hati Truk Gangguan KM 03+000 arah Cawang dalam penanganan petugas.(sb)

  • Tue, 22 Jul 2014 - 13:25

    Cawang - Priok - Bandara LANCAR.(sb)

  • Tue, 22 Jul 2014 - 12:50

    RT@JM Pengoperasian Ruas Tol JORR W2:Ulujami-Kb.Jeruk, mulai:22-7-2014,jam:00.00 WIB.(ba)

  • Tue, 22 Jul 2014 - 12:49

    Exit Podomoro lancar,selalu patuhi rambu rambu lalu lintas.(ba).

  • Tue, 22 Jul 2014 - 12:47

    Selamat siang.(ba).

  • Tue, 22 Jul 2014 - 12:46

    Informasi jalan tol layang : (021) 6518350 dan jasa marga : (021) 80880123.(ba). pic.twitter.com/b36xDudBjX Permalink gambar yang terpasang

  • Tue, 22 Jul 2014 - 12:28

    Cawang - tg priok - ancol - pluit lancar.(ba).

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : September, Tarif Tol Naik
Latest News

September, Tarif Tol Naik

Source : Investor Daily, Hal 6 Wed, 9 Mar 2011

Penyesuaian Rutin Dua Tahun

September, Tarif Tol Naik

Oleh Imam Mudzakir

JAKARTA - Pemerintah berencana kembali menaikkan tarif jalan tol pada September 2011 untuk sejumlah ruas tol. Besaran kenaikan tarif tol ini akan disesuaikan dengan laju inflasi nasional dalam dua tahun terakhir.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menyatakan, pihaknya masih menunggu angka inflasi tahunan yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS), sebelum menaikkan tarif tol.

"Setelah mengetahui hasil inflasi dua tahun terakhir, lalu angkanya ditambahkan sesuai dengan rumus penentuan tarif yang sudah tersedia," ungkap Djoko Kirmanto, usai bertemu Wakil Presiden Boediono di kantor Wapres, Jakarta, Selasa (8/3).

Menteri PU lebih jauh berjanji,

bahwa tahun ini tidak akan ada keterlambatan penyesuaian tarif tol, sehingga memberikan kepastian bagi investor. "Bisa dipastikan tidak terlambat, terkecuali jika pelaku (operator jalan tol) tidak mampu memenuhi Standar Pelayanan Minimum," ujar dia.

Tidak Luar Biasa

Secara terpisah, manajemen PT J asa Marga Tbk menyatakan, rencana penyesuaian tarif tol pada September mendatang sudah menjadi kewajiban pemerintah, sekaligus amanat Undang-Undang Jalan. Justru akan menjadi persoalan jika pemerintah tahun ini tidak menyesuaikan tarif tol.

"Penyesuaian tarif tol memang sudah biasa dan rutin, tidak ada sesuatu yang luar biasa. Penyesuaian tarif tol merupakan kewajiban pemerintah," ungkap Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Frans Setyaki Sunito, kepada Investor Daily, tadi malam.

Menurut Frans Sunito, dari 14 ruas tol yang akan disesuaikan tarifnya tahun 2011, sebanyak 10 ruas tol dibawah pengelolaan PT Jasa Marga. Kenaikan 10 ruas tol tersebut tidak akan memengaruhi pendapatan Jasa Marga yang tahun ini ditargetkan mencapai Rp 4,8 triliun. "Kami kira tidak ada perubahan pendapatan perseroan tahun ini, karena target tersebut sudah kami proyeksikan sebelumnya," kata dia.

Sebanyak 10 ruas tol milik Jasa Marga yang akan dinaikkan tarifnya, yakni jalan tol di luar ruas tol Jakarta-Cikampek dan tol Prof Sedyatmo (akses tol menuju Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng).

Frans berharap, penyesuaian tarif tol kali ini harus sesuai dengan jadwal. Pasalnya, hal itu agar memberi kepastian dalam iklim investasi jalan tol di Indonesia. "Ya, kalau pemerintah tidak serius menjalankan UU Jalan kan sulit juga investor masuk. Padahal, investor masuk ke bisnis infrastruktur untuk membantu pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur jalan tol," kata dia.

Kebijakan penyesuaian tarif jalan tol mengacu pada Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, yaitu Pasal 48 tentang tarif tol, dan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 mengenai Jalan Tol, yaitu Pasal 68 yang mengatur soal evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali yang disesuaikan dengan inflasi.

Selain itu, kenaikan, tarif tol juga mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 392/PRT/ M/2005 tentang Standar Pelayanan Minimd (SPM) jalan tol. Beberapa syarat pemenuhan standar SPM jalan tol antara lain kondisi jalan tol (berhubungan dengan standar keselamatan), kecepatan tempuh rata-rata, jumlah gardu tol dan kecepatan transaksi serta mobilitas kecepatan penanganan hambatan lalu-lintas dan keselamatan.  

"Untuk  pemenuhan aspek Standar Pelayanan Minimum, tentu saja kami selalu berada terdepan, karena setiap ruas tol yang dimiliki Jasa Marga sudah memenuhi SPM yang disyaratkan pemerintah," ungkap Frans.

 

14 Ruas Tol Tahun 2011 Penyesuaian Tarif

1.

Tol Jakarta-Bogor Ciawi

59 km

2.

Tol Jakarta-Tangerang

33 km

3.

Tol Dalam Kota Jakarta

50.60 km

4.

Tol Lingkar Luar Jakarta

45.37 km

5.

Tol Padalarang - Cileunyi

64.40 km

6.

Tol Semarang Seksi A, B, C

24.75 km

7.

Tol Semarang – Gempol (Waru-Sidoarjo)

49 km

8.

Tol Palimanan – Kanci

26.30 km

9.

Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang

58.50 km

10.

Tol Belawan-Medan-Tj.Morawa

42.70 km

11.

Tol Serpong-Pondok Aren

7.25 km

12.

Tol Tangerang - Merak

73 Km

13.

Tol Ujung Pandang – Tahap I dan II

6.05 km

14.

Tol Pondok Aren - Ulujami

5.55 km

 

Sumber : Kementerian Pekerjaan Umum