Thursday 24 April 2014 - 21:17

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:46

    Truk dan bus gunakan lajur kiri.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:42

    .Warakas - ancol padat.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:41

    Semanggi - Cawang PADAT.(ba)

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:39

    KM 14 arah cawang Truk B 9671 KX mogok seadng di bantu petugas derek.(ba)

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:36

    Pluit - tg priok - ancol - cawang lancar.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:35

    .Cawang - tg priok - ancol - pluit lancar.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:41

    KM 23 + 000 arah pluit lancar.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:40

    .KM 23 + 000 arah pluit truk B 9127 TKT mengalami patah baut,sedang di tangani petugas.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:30

    Truk di KM 21 + 800 ancol arah priok sudah bisa melanjutka perjalanan.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:28

    Cawang - Cililitan PADAT, kepadatan di pertemuan

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Tarif tol Jakarta-Cikampek diubah
Latest News

Tarif tol Jakarta-Cikampek diubah

Source : Bisnis Indonesia, Hal 7 Sat, 26 Feb 2011

´╗┐Tarif tol Jakarta-Cikampek diubah

JAKARTA: PT Jasa Marga Tbk akan melakukan penyesuaian tarif tol Jakarta-Cikampek sebesar Rp500-Rp2.000, setelah pengoperasian gerbang tol Cikarang Utama pada 2 Maret 2011.

Direktur Operasional Jasa Marga Adityawarman mengatakan penyesuaian itu karena adanya perubahan pola transaksi dari sistem tertutup menjadi terbuka, yakni kendaraan yang masuk ke jalur tol langsung melakukan pembayaran di gerbang tol masuk.

Perubahan sistem transaksi itu diberlakukan untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju Bekasi Barat, Bekasi Timur, Tambun, Cibitung, dan Cikarang atau sebaliknya, sehingga akan dikenakan tarif merata mulai dari Jakarta (Cawang) sampai dengan Cibitung.

Menurut Adityawarman, penghitungan tarif merata itu berdasarkan tarif perjalanan rata-rata antara Jakarta dan Cibitung.

"Jika dilihat secara keseluruhan tarif tol dari Cileunyi ke Cikarang yang semula Rp44,500 turun menjadi Rp43,500 atau turun sebesar Rp 1.000 dari sebelumnya," ujarnya di Jakarta kemarin.

Operasional gerbang tol Cikarang Utama berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.49/KPTS/M/2011, SK tentang penetapan perubahan sistem pengumpulan tol pada seksi Jakarta Interchange Cikarang Barat dan tarif tol pada ruas jalan tol Jakarta-Cikampek itu diterbitkan per 23 Februari 2011.

Operasional gerbang tol tersebut merupakan pengganti dari gerbang tol Pondok Gede Timur Utama (Jatibening) yang selama ini sering terjadi kemacetan di gerbang tol tersebut hingga mencapai 3 km setiap jam padat lalu lintas.

Sesuai dengan SK Menteri PU itu, akan dilakukan penyesuaian tarif tol yang akan diterapkan di sepanjang jalur Jakarta-Cikampek, berupa kenaikan atau penurunan tarif mulai dari Rp500 hingga Rp2.000.

Sebagai gambaran, tarif dari gerbang tal Jakarta (Cawang) sampai Cikunir yang semula sebesar Rp1.500 untuk golongan I menjadi Rp3.500 setelah penyesuaian, sedangkan dari Cikunir ke Bekasi Barat dari Rp1.000 menjadi Rp3.500.

Sementara itu, pada beberapa ruas gerbang tol justru terjadi penurunan tarif, yakni dari, gerbang tol Cawang ke Cibitung yang semula Rp5,000 menjadi Rp3.500 dan dari Cawang ke Cikarang Barat turun dari Rp 6.000 menjadi Rp3.500.

Adapun untuk kendaraan yang menuju Karawang, Cikampek, Bandung, dan Cilunyi atau sebaliknya tetap dikenakan tarif tol berdasarkan asal gerbang atau jarak tempuh.

Reduksi kepadatan

Adityawarman menjelaskan dengan adanya penerapan sistem tarif merata itu diharapkan dapat mereduksi kepadatan kendaraan yang biasanya terpusat di gerbang tol Pondok Gede Timur Utama.

"Selain itu, pengguna jalan dengan jarak tempuh pendek diharapkan menggunakan jalan bukan tol, sedangkan jalan tol hanya digunakan untuk pengguna jalan jarak menengah dan panjang," ujarnya.

Adityawarman memaparkan selama ini gerbang tol Pondok Gede Timur Utama menyumbang daya trafik sebesar 5,6% per tahun dari ruas jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga di seluruh Indonesia.

Menurut dia, dengan hanya mengoperasikan 12 gardu keluar, daya tampung gerbang tol Jatibening sudah tidak mencukupi lagi untuk jumlah lalu lintas harian (LHR) sebanyak 60.000 kendaraan per hari.

"Dengan kondisi tersebut maka gardu keluar yang semula di Pondok Gede dialihkan ke gerbang tol Cikarang Utama yang memiliki 21 gardu keluar,” ujarnya.

Selain mengalihkan gerbang tol keluar ke Cikarang Utama, Jasa Marga juga akan menggunakan kartu tanda masuk elektronik.

Kartu itu untuk mendeteksi asal gerbang tol kendaraan yang masuk sehingga lama transaksi di gerbang tol keluar bisa diidentifikasi lebih cepat dengan sistem komputerisasi.

Head of Operation Management Division Jasa Marga S. Sanaf menambahkan jika gerbang tol Cikarang Utama mulai dioperasikan pada pekan depan, waktu, tempuh ruas jalan Jakarta-Cikampek dapat berkurang hingga 20 menit.

Hal ini karena kepadatan antrean di gerbang tol [GT] Pondok Gede Timur Utama akan mulai terurai dengan dibukanya GT Cikarang.

"Hal ini telah terbukti dari pemindahan GT TMII yang dipindahkan GT Tol Miring Cimanggis, waktu tempuh tol Jagorawi untuk Jakarta-Bogor yang biasanya 1 jam l ,5 jam bisa berkurang hingga 20 menit," ujarnya. (mia.chitra@bisnis.co.id)