Friday 31 October 2014 - 06:50

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Fri, 31 Oct 2014 - 12:56

    Dari Cawang keluar Rawa mangun / Pramuka ramai lancar(Jkp)

  • Fri, 31 Oct 2014 - 10:37

    Hati hati melintas, Truk Box gangguan di km.22+400 lajur kiri tol Ancol arah Pluit.(@r)

  • Fri, 31 Oct 2014 - 10:14

    Tol Ancol - Gedong Panjang PADAT, imbas antrian keluar Gd. Panjang, arteri macet.(@r)

  • Fri, 31 Oct 2014 - 10:07

    Truk Tanki gangguan di km.23 lajur kiri tol Pluit arah Ancol SELESAI dibantu, jalur terbuka.(@r)

  • Fri, 31 Oct 2014 - 10:05

    Truk Box gangguan di km.16 lajur kiri tol Ancol arah Priok SELESAI dibantu, jalur terbuka.(@r)

  • Fri, 31 Oct 2014 - 10:00

    Keluar tol Gedong Panjang / Sunda Kelapa PADAT, agar jaga jarak aman.(@r)

  • Fri, 31 Oct 2014 - 09:58

    Arus lalin tol Cawang arah Pancoran terpantau LANCAR.(@r)

  • Fri, 31 Oct 2014 - 09:56

    Hati hati melintas, Truk Tanki gangguan di km.23 lajur kiri tol Pluit arah Ancol.(@r)

  • Fri, 31 Oct 2014 - 09:54

    hati hati melintas, Truk Box gangguan di km.16 lajur kiri tol Ancol arah Priok.(@r)

  • Fri, 31 Oct 2014 - 09:53

    Arus lalin tol Cawang arah Jatibening terpantau LANCAR.(@r)

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Warga Blokade Jalan Tol Semarang - Solo
Latest News

Warga Blokade Jalan Tol Semarang - Solo

Source : Kompas, Hal 22 Wed, 23 Feb 2011

INFRASTRUKTUR

Warga Blokade Jalan Tol Semarang - Solo

SEMARANG, KOMPAS - Belasan warga Desa Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (22/2), memblokade jalur tol Semarang-Solo seksi I ruas Semarang-Ungaran. Pemblokiran di Kilometer 23 tersebut dilakukan sebagai upaya terakhir mereka menuntut penyelesaian ganti rugi pembebasan lahan.

Blokade dimulai sejak Senin (21/2) malam sekitar pukul 19.00, dengan cara menutup jalan menggunakan palang yang dibuat dari bambu. "Malam ini kami berencana tinggal di lokasi ini," ujar Muhammad (60), warga Desa Kalirejo, Senin malam.

Saat mereka membangun tenda, belasan petugas dari Kepolisian Resor Semarang datang dan menyingkirkan peralatan tenda. Namun, setelah dimediasi oleh koordinator aksi, Budi Kiatno dari Lumbung Informasi Rakyat (Lira), akhirnya aksi pun dilanjutkan.

Budi menjelaskan, warga telah melakukan upaya mediasi dengan berbagai pihak, tetapi tidak ada solusi. Hingga kini masih ada delapan warga yang belum selesai proses ganti rugi lahannya.

Maskoni (35), warga yang lain, menuturkan bahwa dia memiliki tanah seluas 153 meter persegi lengkap dengan bangunannya. Pada kesepakatan awal seharusnya dia mendapat Rp 389,6 juta. Akan tetapi, Uang yang dititipkan di pengadilan berkurang Rp 102 juta.

"Katanya salah ukur, tetapi dalam pengukuran Ulang luasnya tidak berubah," ujarnya.

Konsultan Tim Pengadaan Tanah Proyek Tol Semarang-Solo, Sidodadi, menjelaskan, perbedaan nominal ganti rugi terjadi karena adanya perbedaan antara harga permintaan warga dan tim penaksir (appraisal).

Hanya untuk mobil kecil

Sementara itu, proyek tol baru Semarang-Ungaran (14,1 km) kini telah selesai. Jalan tol baru itu siap dioperasikan pada 28 Februari, tetapi hanya mobil kategori kecil.

Untuk truk besar, truk pengangkut kontainer, dan truk gandeng tidak diperkenankan melintas di ja1an tol, hingga konsolidasi lahan selesai dan jalan tol baru dinyatakan aman untuk mobil angkutan barang.

Demikian dikatakan wakil dari PT Trans Marga Jateng (TMJ), Jinto Sirait, saat diskusi bertajuk "Siapkah Jalan Tol Semarang-Solo Seksi I Beroperasi?", Selasa (22/2) di Kampus Unika Soegijapranata. (UTI/WHO)