Monday 21 April 2014 - 04:31

News and EventsNews and Events

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Mon, 21 Apr 2014 - 11:31

    Tol Warakas - Ancol - Gd.Panjang PADAT, dampak truk gangguan di KM 21+000, dalam penanganan petugas.(@r)

  • Mon, 21 Apr 2014 - 11:28

    Tol cawang arah tol Cikampek PADAT, imbas penanganan kecelakaan di km.3+200 tol halim.(@r)

  • Mon, 21 Apr 2014 - 11:26

    Tol Pluit - Ancol - Priok - Cawang RAMAI LANCAR.(@r)

  • Mon, 21 Apr 2014 - 10:18

    Piok - Warakas PADAT KM 16+200 Truk Gangguan dalam penanganan petugas.(sb)

  • Mon, 21 Apr 2014 - 10:03

    Truk Box gangguandi km 16 tol Priok arah Ancol, proses penanganan, lalin PADAT hingga km.15.(@r)

  • Mon, 21 Apr 2014 - 09:34

    Keluar Kelapa Gading Lancar.(sb)

  • Mon, 21 Apr 2014 - 08:22

    Keluar Rawamangun LANCAR.(sb)

  • Mon, 21 Apr 2014 - 08:20

    Cempaka Putih - Sunter PADAT Volume kendaraan.(sb)

  • Mon, 21 Apr 2014 - 07:49

    Pick-Up gangguan di km 12+200 tol Sunter arah Ancol, proses penanganan, lalin PADAT 200 meter ke belakang.(@r)

  • Mon, 21 Apr 2014 - 07:32

    Orang gangguan jiwa di kisaran keluar tol Ancol Timur, sudah diamankan.(@r)

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Latest News : Warga Blokade Jalan Tol Semarang - Solo
Latest News

Warga Blokade Jalan Tol Semarang - Solo

Source : Kompas, Hal 22 Wed, 23 Feb 2011

INFRASTRUKTUR

Warga Blokade Jalan Tol Semarang - Solo

SEMARANG, KOMPAS - Belasan warga Desa Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (22/2), memblokade jalur tol Semarang-Solo seksi I ruas Semarang-Ungaran. Pemblokiran di Kilometer 23 tersebut dilakukan sebagai upaya terakhir mereka menuntut penyelesaian ganti rugi pembebasan lahan.

Blokade dimulai sejak Senin (21/2) malam sekitar pukul 19.00, dengan cara menutup jalan menggunakan palang yang dibuat dari bambu. "Malam ini kami berencana tinggal di lokasi ini," ujar Muhammad (60), warga Desa Kalirejo, Senin malam.

Saat mereka membangun tenda, belasan petugas dari Kepolisian Resor Semarang datang dan menyingkirkan peralatan tenda. Namun, setelah dimediasi oleh koordinator aksi, Budi Kiatno dari Lumbung Informasi Rakyat (Lira), akhirnya aksi pun dilanjutkan.

Budi menjelaskan, warga telah melakukan upaya mediasi dengan berbagai pihak, tetapi tidak ada solusi. Hingga kini masih ada delapan warga yang belum selesai proses ganti rugi lahannya.

Maskoni (35), warga yang lain, menuturkan bahwa dia memiliki tanah seluas 153 meter persegi lengkap dengan bangunannya. Pada kesepakatan awal seharusnya dia mendapat Rp 389,6 juta. Akan tetapi, Uang yang dititipkan di pengadilan berkurang Rp 102 juta.

"Katanya salah ukur, tetapi dalam pengukuran Ulang luasnya tidak berubah," ujarnya.

Konsultan Tim Pengadaan Tanah Proyek Tol Semarang-Solo, Sidodadi, menjelaskan, perbedaan nominal ganti rugi terjadi karena adanya perbedaan antara harga permintaan warga dan tim penaksir (appraisal).

Hanya untuk mobil kecil

Sementara itu, proyek tol baru Semarang-Ungaran (14,1 km) kini telah selesai. Jalan tol baru itu siap dioperasikan pada 28 Februari, tetapi hanya mobil kategori kecil.

Untuk truk besar, truk pengangkut kontainer, dan truk gandeng tidak diperkenankan melintas di ja1an tol, hingga konsolidasi lahan selesai dan jalan tol baru dinyatakan aman untuk mobil angkutan barang.

Demikian dikatakan wakil dari PT Trans Marga Jateng (TMJ), Jinto Sirait, saat diskusi bertajuk "Siapkah Jalan Tol Semarang-Solo Seksi I Beroperasi?", Selasa (22/2) di Kampus Unika Soegijapranata. (UTI/WHO)