Saturday, 18 April 2015
  • slide_0
    .
  • slide_1
    Customer Focus;
    Medahulukan kepentingan pelanggan internal maupun eksternal dibandingkan kepentingan pribadi dalam pelaksanaan kerja sehari - hari
  • slide_2
    Integrity;
    Bersikap jujur, perilaku disiplin dan penuh tanggungjawab, baik menyangkut disiplin waktu kerja, maupun pelaksanaan kerja sesuai tuntutan jabatan dan prosedur kerja
  • slide_3
    Innovative;
    Menghasilkan ide-ide yang dapat digunakan untuk mempercepat proses transformasi PERUSAHAAN, serta terbuka terhadap metode-metode baru dalam analisis dan penyelesaian masalah
  • slide_4
    ORGANIZATION;
    Every company has two organizational structures: The formal one is written on the charts; the other is the everyday relationship of the men and women in the organization. (Harold S. Gene)
  • slide_5
    RESOURCES;
    Being gifted creates obligations, which means you owe the world your best effort at the work you love. You too are a natural resource. (Barbara Sher)
  • slide_6
    APPRECIATION;
    Your work is to discover your world and then with all your heart give yourself to it. (Buddha)
  • slide_7
    PROCESS; Thomas A. Edison
    Genius is 1% inspiration and 99% perspiration. Nothing can replace hard work. Luck is something that happens when opportunity to meet with readiness.
  • slide_8
    PEOPLE; Imam Ghazali
    Your human quality is in what you do, and your knowledge is in what you say.
  • slide_9
    INTEGRITY; Dwight David Eisenhower
    The supreme quality for leadership is unquestionably integrity. Without it, no real success is possible, no matter whether it is on a section gang, a football field, in an army, or in an office.
  • slide_10
    PERFORMANCE; Einstein
    Try not become a successful man but try to be a useful human being.
  • slide_11
    EFFECTIVENESS; Zig Ziglar
    Efficiency is doing things right. Effectiveness is doing the right thing.
  • slide_12
    ACCOUNTABILITY;
    The price of greatness is responsibility. (Winston Churchill)

BPJT tunggu amdal tol Bali

Source : Bisnis Indonesia, Hal I-1 Thu, 13 Jan 2011

BPJT tunggu amdal tol Bali

Kementrian PU siapkan 4 rute alternatif

 

JAKARTA: BPJT masih menunggu hasil studi kelayakan satu dari empat rute alternatif yang disiapkan pemerintah untuk pembangunan jalan tol Tanjung Benoa-Serangan, Bali.

Saat ini studi kelayakan mecakup tahap survei analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), sebelum menetapkan rute yang akan dibangun.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Gazali mengatakan sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan tiga alternatif rute jalan tol tersebut, tetapi masih bertentangan dengan kebijakan Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura mengingat pembangunan proyek itu lintas sektoral.

Dia menambahkan rute alternatif tersebut merupakan usulan dari konsorsium BUMN yang dibentuk oleh pemerintah yang nantinya akan merealisasikan proyek tersebut.

"Kami masih menunggu kajian amdalnya [analisis mengenai dampak lingkungan], paling lambat dalam pekan ini selesai, kemudian akan diajukan kepada pemerintah," katanya, kemarin.

Menteri BUMN Mustafa Abu bakar sebelumnya mengungkapkan ada empat BUMN yang akan berkonsorsium membangun jaIan tol Serangan-Tanjung Benoa (Nusa Dua) di Bali sepanjang sekitar 11,5 km yaitu PT Jasa Marga, PT Pelabuhan Indonesia III, PT Angkasa Pura I, dan Bali Tourism Development Centre. (Bisnis, 12 Feb.)

Menurut dia, inisiatif dari badan usaha tersebut masih akan dilihat dulu hasil kelayakan studinya karena terjadi perubahan rute, sehingga berpengaruh terhadap rencana tata ruang dan wilayah untuk tersebut.

"Masih kita !ihat dulu usulan ini, karena mengubah rute dari yang tadinya Serangan-Tanjung Benoa menjadi ke arah sebelah barat, jadi yang sebelah timur ini harus direvisi dulu tata ruangnya, sesudah itu baru bisa berjalan," tuturnya.

Ghani menuturkan jembatan berupa jalan tol ini rencananya juga akan diperuntukkan bagi pengendara sepeda motor seperti halnya jembatan Suramadu, sehingga volume lalu !intas hariannya bisa lebih besar dan tingkat kelayakannya tinggi.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU Waskita Pandu mengatakan proyek jalan tol Tanjung Benoa-Serangan ini sebenamya pernah ditenderkan pada 2008, tetapi tidak ada investor yang berminat karena kelayakan proyeknya rendah.

Hal ilu disebabkan adanya regulasi dari Kementerian Perhubungan terkait dengan standar pembangunan jembatan minimal 45 meter di atas permukaan laut, agar tidak mengganggu aktivitas pelayaran kapal induk yang tingginya bisa mencapai 45 meter.

"Selain itu ada juga batasan dari pihak Bandara Ngurah Rai milik Angkasa Pura yang melarang adanya pendirian konstruksi bangunan yang tinggi karena mengganggu aktivitas pendaratan pesawat," ujarnya.

Dalam realisasi pembangunan jalan tol Tanjung Benoa-Serangan ini, Kementerian PU menyiapkan empat rute alternalif yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, baik dari segi konstruksi maupun pembiayaannya.

Empat rute

Rute pertama dengan model konstruksi berupa jembatan sepanjang 7,5 kilometer dengan ketinggian 45 meter, yang menelan biaya investasi Rp 1,5 triliun, rute kedua yaitu dengan membuat terowongan di bawah laut sepanjang 7,5 kilometer, dengan biaya mencapai Rp 5, 1 triliun.

Selanjutnya untuk rute ketiga, berupa jembatan sepanjang 9,6 kilometer dengan rute lebih jauh dari pelabuhan, sehingga ketinggiannya tidak mengganggu aktivitas pesawat, tetapi biayanya lebih mahal dibandingkan dengan rute pertama yaitu mencapai Rp2,9 triliun.

Sementara itu, alternatif keempat yang diusulkan oleh konsorsiurn BUMN yaitu jembatan dengan panjang 11,5 kilometer yang dibangun agak ke tengah melintasi Selat Benoa dan Selat Bandung, sehingga konstruksinya menjauhi bangunan bandara dan pelabuhan, nilai investasinya relatif murah yaitu Rp1,3 triliun.

"Alternatif keempat ini dinilai lebih prospektif karena konstruksinya lebih murah dan lebih mudah dioperasionalkan, tetapi memang masih perlu studi amdalnya, kalau dari pantauan kami rute ini justru lebih aman dan tidak merusak hutan mangrove yang berada di pesisir pantai itu," ujarnya.

Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan pemerintah telah menyiapkan empat alternatif pembangunan jalan tol tersebut, yang nantinya akan dipilih salah satu dan diajukan kepada Presiden. Jika disetujui, maka akan ditenderkan sesuai dengan Perpres No. 13/2010 tentang perubahan atas Perpres No. 67/2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.

Sementara itu, terkait dengan skema pengusahaannya, konsorsium BUMN itu mendapat bonus berupa kepemilikan hak kekayaan intelektual dan memiliki hak lebih besar dalam kepesertaan tender berikutnya. (06) (redaksi @bisnis,co.id)